Toko Gumregah Palapa Nusantara Bangkitkan Jutaan Ekonomi Rakyat Kecil Secara Revolusioner

GUMREGAH

dr Ali Mahsun, M Biomed (tengah) saat tampil pada seminar kewirausahaan di Unesha Surabaya

       

Toko GUMREGAH Palapa Nusantara sudah dilaunching 29 Januari 2020 yang didampingi 417 ribu pemuda dan mahasiswa seluruh tanah air. Tujuan pendirian untuk membangkitkan toko-toko, kelontong, warung-warung, gerai-gerai dirumah rakyat di desa-desa, nagari dan kelurahan diseluruh Tanah Air. 
 
Toko ini dikelola secara profesional dan didukung teknologi IT, base-on business and economy, trustworthy, base time management and strategy, dan integrative.
 
Lewat GUMREGAH Palapa Nusantara toko-toko, warung kelontong, gerai rakyat yang mati dihidupkan dan dibangkitkan kembali. Supaya eksis, maju, berkembang dan unggul melaui gerakan ekonomi dari oleh dan untuk rakyat dan atau pendampingan (perang gerilya) Revolusi Ekonomi Rakyat Nusantara. 
 
Rakyat harus dilibatkan secara langsung dan aktif dalam menggerakkan roda ekonomi di negeri ini. Harus memiliki saham, mendapatkan deviden dan fasilitas usaha produktif, serta usaha dan pekerjaannya maju, berkembang dan unggul hadapi era super kapitalis dan revolusi industri 4.0/5.0. 
 
Hanya ada satu muara, yaitu hidup rakyat harus sejahtera dan makmur secara berkeadilan, serta tatanan nilai, budaya dan peradaban warisan lelhur nusantara terawat dengan baik, lestari dan maujud dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebuah ejawantah dari amanat cita-cita bangsa dan leluhur nusantara sebagaimana termaktub dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
 
2,3 Juta Toko
 
Setiap desa/nagari minimal 25 Toko Gumregah Palapa Nusantara. Setiap kelurahan minimal 50 Toko. Ada 2,3 Juta yang alami kebangkitan di tanah air yang tersebar di 74.957 Desa dan 8.490 Kelurahan. Setiap toko diinjek modal usaha tanpa agunan sebesar Rp5-15 juta atau total Rp 12-36 triliun untuk 2,3 juta toko diseluruh tanah air. 
 
Keberadaan 417 ribu lulusan SMA/SMK Sederajat, mahasiswa dan pemuda yang mendampingi 2,3 juta toko GUMREGAH Palapa Nusantara atau 5 pendamping setiap desa/nagari/keluarahan adalah determinator percepatan kebangkitan ekonomi rakyat kecil-kawulo alit di negeri ini. 
 
Lebih daripada itu, keberadaan toko ini juga sebagai solusi genuin dari produk hasil pelaku ekonomi rakyat kecil (kawulo alit) seperti hasil dan produk petani, nelayan, pengrajin, home industri, dan lainnya, serta khasanah budaya dan peradaan bangsa kita warisan leluhur nusantara dengan “Merk GUMREGAH-Pengubah Ekonomi Rakyat Kecil  yang ditetapkan dan diluncurkan dibumi Sunda-Galuh-Padjadjaran Subang Jawa Barat, Sabtu 26 Oktober 2019 dengan puluhan ribu bahkan ratusan ribu jenis dan macamnya dapat dipasarkan dan dijual melalui market place Gumregah. 
 
Pemilik toko otomatis menjadi agen PPOB (Point Payment Online Banking) dapat menerima pembayaraan kredit, PDAM, BPJS, pembelian tiket token listrik serta lainnya secara online. Dengan target omzet rata-rata Rp1,5 juta/hari/toko maka ada transaksi Rp1.250 triliun/tahun atau 8-9% dari total PDB Indonesia (Rp14.750 triliun). 
 
Lebih dari itu, potensi dahsyat the big data business (61,8% PDB Indonesia adalah UMKM red.) yang teragregasikan dengan sumber daya nusantara yang sangat melimpah segera maujud sebagai kekuatan raksasa ekonomi dunia untuk menghantarkan negeri ini alami reduplikasi dan menggapai Kejayaan Nusantara II Abad XXI yang adil, makmur dan adidaya.
 
Data-data 2,3 juta rakyat kecil, Pemilik Toko Gumregah Palapa Nusantara terus mengalir. InsyaAllah pada hari Selasa Wage Pukul 16.00 WIB Ba’da Sholat Ashar tanggal 29 Januari 2020 bersamaan dengan Peringatan Harlah APKLI ke-27 dan 1 Tahun Pidato Kebangsaan Peta Jalan Indonesia 1945-2080, Kotak Pandora, Keadilan, dan Adidaya Sapu Jagat Nusantara yang disampaikan di Gedung Joeang 45 Jakarta 24 Januari 2019 red, Toko GUMREGAH Palapa Nusantara akan dilaunching secara resmi oleh dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed. selaku Pengemban Amanah GUMREGAH, Ketua Umum DPP APKLI 2017-2022 dan Presiden PKR Indonesia 2019-2024. Kelancaran dan kesuksesan agenda tersebut akan dikawal 5375 Srikandi Gumregah Nusantara dan 1250 Satria Gumregah Nusantara dari seluruh tanah air.
 
Lantas dimanakah peran negara dan swasta? 
 
Hanya ekonomi rakyat kecil-kawulo alit lah yang mau dan mampu tegakkan kembali ekonomi rakyat, rebut kembali kedaulatan ekonomi bangsa, serta memperkokoh eskistensi dan keutuhan negeri ini. Negara RI yang direpresentasikan Pemerintah RI seharusnya hadir dalam upaya nyata dan luhur ini sebagaimana amanah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. 
 
Demikian pula swasta baik domestik mau pun asing. Pemerintah maupun swasta domestik dan asing adalah mitra strategis. Namun jika absen, demi kebaikan bersama, sikap arif dan bijaksana yang harus diambil adalah tidak boleh membuang energi dan sumber daya untuk mengkritik atau melawan kebijakan pemerintah maupun keberadaan kongsi multinasional kapitalis domestik/asing. Hanya ada satu jalan. Kembali ke laptop dampingi rakyat, isi perut rakyat tidak boleh kosong atau kelaparan, dampingi usaha dan pekerjaaan rakyat untuk maju berkembang dan unggul, serta segenap energi dan sumber daya hanya difokuskan untuk mendampingi pelaku ekonomi rakyat kecil dan generasi penerus bangsa kita. 
 
Relasi dengan pemerintah dan swasta laksana sebuah bulan madu yang tidak boleh lama-lama. Bulan madu itu harus menjadi rutinitas laksana saudara kita yang Islam laksanakan sholat lima waktu 17 rakaat sehari. Yang kristiani beribadah ke gereja seminggu sekali. Yang Hindu beribadah ke Pura. Yang Budha ke Vihara. Yang Konghucu ke Klenteng. Sebuah hal standard yang sejatinya secara otomatis terlaksana setiap waktu dan kesempatan. 
 
Mitra Strategis
 
Demikian pula kemitraan dengan pemerintah dan swasta dengan bangunan sinergi mutualisme merupakan bagian dari sebuah rutinitas yang standard. Namun, amanah yang teremban dalam menghadapi era Super kapitalis dan revolusi industri 4.0/5.0 agar ekonomi rakyat tetap tegak kembali, kedaulatan ekonomi bangsa bisa direbut kembali, serta keutuhan dan eksistensi negeri ini merdeka dan berdaulat kembali adalah percepat realisasi revolusi ekonomi rakyat nusantara yang merupakan perluasan revolusi kaki lima Indonesia (dicanangkan di Bangil Pasuruan Jawa Timur 22 September 2019 red.). 
 
Suatu hal super standard laksana umat Islam mendapatkan perintah melaksanakan sholat hajad/tahajud (sholat malam) setiap harinya. Oleh karena itu, segenap energi dan sumber daya hanya difokuskan untuk mendampingi rakyat kecil, pelaku ekonomi rakyat kecil kawulo alit agar usaha dan pekerjaan mereka maju berkembang dan unggul, hidup mereka sejahtera dan makmur secara berkeadilan, tatanan nilai budaya peradaban warisan leluhur nusantara terawat lestari dan maujud dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, serta melahirkan pemimpin bangsa yang sejati dan ksatria.
 
Lantas dimana peran Pelajar, Mahasiswa dan Pemuda?
 
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secanggih apapun merupakan bagian dari hukum alam semesta untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di muka bumi, mewujudkan rahmatan lil'alamin. Bukan sebaliknya merenggut harkat dan martabat kemanusiaan, serta menciderai/merobek tatanan nilai budaya dan peradaban dari sejarah perjalanan manusia. Tidak boleh renggut ekonomi rakyat kecil apalagi akibatkan Genocide of smalls people economy, No way !!! Demikian pula hadirnya revolusi industri 4.0/5.0.
 
Oleh karena itu, orientasi dunia pendidikan di negeri ini harus bergeser menjadi down to earth (membumi) dengan sistem magang menghasilkan outcome SDM Handal, Profesional dan Unggul yang mau dan mampu menggerakkan roda ekonomi di negeri ini, khususnya gerakkan ekonomi rakyat kecil-kawulo alit. Mahasiswa, juga pelajar dan pemuda harus mampu accelerated by doing, memiliki kapasitas super kreasi dan super inovasi berselancar dalam formulasi ekonomi era cyber yang umurnya sangat pendek. 
 
Juga harus berperilaku ZUHUD Super mafia. Karena menghadapi era super kapitalis dan revolusi industri 4.0 / 5.0 dengan gaya konvensional maka kita menggali kuburan kita sendiri, kita menggelar karpet merah terjadinya genosida terhadap pelaku ekonomi rakyat kecil-kawulo alit diseluruh tanah air, dan pembiaran negeri ini terjajah secara utuh dan menyeluruh.  
 
0Disampaikan pada acara penganugeraqhan Satri Gumregah Nusantara Jambi 5 Oktober 2019, dan Seminar Technopreunership “Peran dan Inovasi Mahasiswa Dalam Membangun Usaha Berdaya Saing Global Di Era Revolusi Industri 4.0 BEM FISH Unesa Surabaya Rabu 30 Oktober 2019.
 
Oleh: dr Ali Mahsun, M Biomed, Presiden PKR Indonesia 2019-2024, Ketua Umum DPP APKLI 2017-2022

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top