Ichsan Thalib Dari MER-C Tandatangani Pembangunan RS Indonesia di Myanmar

Masjid Myanmar

Ketua Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myanmar, Ichsan Thalib (kanan) menandatangani kesepakatan pembangunan bersama pejabat Kemenkes Myamar Myat Wunna Soe.

       

Jakarta - Tim pembangunan lembaga medis kemanusiaan MER-C asal Indonesia bersama Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar menandatangani kesepakatan jenis rumah sakit yang akan dibangun di desa Muaung Bwe, Mrauk.U, Rakhine State.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia Ichsan Thalib dan Wakil Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Dano Olahraga Myanmar, Myat Wunna Soe di Naypyataw, ibu kota Myanmar, Selasa sore (16/5).

Ichsan dalam keterangan persnya kepada Harian Terbit, Senin (22/5/2017) mengatakan, rumah sakit yang disepakati jenis station hospital dengan kapasitas 20-30 tempat tidur. Menurutnya, tim meninjau lokasi lahan seluas 4.000 m2 di Mrauk.U.

"Mereka (pemerintah Myanmar) sangat mengapresiasi bantuan masyarakat Indonesia atas pembangunan rumah sakit di area berpenduduk Muslim dan Buddha tersebut. Mereka sudah yakin dengan keinginan kita," kata Ichsan usai penandatanganan.

Ia mengungkapkan, nantinya rumah sakit tersebut akan dioperasikan oleh pemerintah Myanmar. Adapun tenaga dari Indonesia bisa membantu sebagai relawan untuk operasional di rumah sakit tersebut. Proyek kemanusiaan ini adalah kerja sama MER-C dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang didukung pemerintah di Jakarta.

Dalam kunjungan sepekan di Myanmar, tim yang juga terdiri dari Presidium MER-C, Faried Thalib dan Ketua Divisi Konstruksi Idrus Alatas, didampingi oleh Pelaksana Fungsi Sosial Budaya KBRI Yangon, Ita Yasfitha Febriany Murthias, setelah melakukan perjalanan 4,5 jam dari Sitwee ke Muaung Bay MRA.U, lokasi baru untuk pembangunan RS Indonesia di Rakhine Myanmar, berjarak sekitar 2 km dari lokasi awal.

Tim teknis MER-C terdiri dari DR. Idrus Alatas. Ir. Faried Thalib dan Ichsan Thalib bersama para kontraktor dan pemda setempat malakukan pertemuan guna membahas proses pembangunan yang dimulai dengan pengurugan dan pemagaran lahan yang terletak disebelah RS lama yang dibangun sejak 1972 . Luas lahan sekitar 7000m2  tersebut harus diurug sedalam dua meter untuk menghindari banjir yang selalu datang setiap tahun, karena kiriman air dari pegunungan India.

Direncanakan pemagaran dan pengurukan dapat dilaksanakan Juni 2017, dilanjutkan dengan pembangunan RS yang saat ini tengah didisain ulang, dan pembahasannya dilaksanakan setelah musim hujan periode September .

Beri Santunan

Pada kesempatan kujungan tersebut tim  teknis MER-C melakukan santunan kepada para pasien dan paramedik muslim dan Budha yang terbaring di bangsal, sebesar  300 kiyat. RS berusia tua yang hanya dikawal seorang dokter muda ini menjadi tumpuan warga, dan gratis.

Saat ini RS tersebut kesulitan sumber air bersih, meski  air sumur  sudah sedalam 400 dt,  air. Sumber air bersih bergantung pada tumpon penampungan air yang biasanya bertahan menghadapi kemarau.

Perjalanan yang juga disupport pejabat KBRI Yangoon Boni dan stafnya Aung Sumo sangat banyak membantu tim sekembalinya tim meninjau ke lokasi peninggalam purbakala Kerajaam Mualim Tua Mra-u.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top