PT Tinggi Hambat Munculkan Presiden Merakyat dan Berkualitas

Pilpres Presiden RI

Istimewa

       

Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menukakan, keinginan partai politik besar untuk menaikkan presidential threshold (PT) akan menghambat atau menyulitkan  hadirnya presiden merakyat yang memiliki kapasitas dan berintegritas.

Selain itu, tingginya PT akan menutup peluang bagi banyak orang untuk terlibat dalam proses mencalonkan calon presidennya. “PT dinaikkan otomatis parpol hanya mendorong elit-elit politik lama saja untuk kembali terjun ke gelanggang pertarungan,” kata Ray Rangkuti dalam Diskusi Revisi UU Pemilu bertema "Presidential Threshold Tinggi: Tumbuhkan Dinasti dan Oligarki", Senin (30/1/2017).

Menurutnya, PT dinaikkan tentu  tokoh-tokoh yang memiliki kapasitas lainnya tidak dapat terdorong untuk mencalonkan diri, sehingga tidak mungkin dapat pemimpin yang murni dari masyarakat," kata Ray dalam Diskusi Revisi UU Pemilu bertema "Presidential Threshold Tinggi: Tumbuhkan Dinasti dan Oligarki", Senin (30/1/2017).

Sekadar diketahui, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu tengah dilakukan di Panitia Khusus (pansus) DPR. Namun, masih ada partai-partai di DPR yang menginginkan syarat presidential threshold untuk Pemilu Serentak 2019.

Bahkan, di draf usulan pemerintah mengusulkan presidential threshold merujuk kepada hasil Pileg 2014 yakni 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top