GPII: Aktivis yang Dituduh Makar Harus Dibebaskan Demi Hukum

Karman BM GPII Aktivis Makar Sri Bintang Pamungkas

Sri Bintang Pamungkas

       

TerbitNews - Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) meminta aktivis yang dituduh melakukan makar dibebaskan demi hukum.

“Semua aktivis dan tokoh nasional tersangka makar harus dilepaskan dan dibebaskan demi hukum. Karena tidak memenuhi unsur delik pasal 53, 87, 104, 106 atau 110 KUHP,” kata Karman BM, Ketua Umum Pimpinan Pusat GPII di Jakarta, Sabtu (21/1/2017)

Menurutnya, mereka dalam rangka melakukan upaya perbaikan konstitusi. Dan untuk itulah mereka harus dibebaskan dari segala tuduhan makar sebagimana ketentuan pasal 110 ayat 4 KUHP.

Karman berpendapat, demokrasi ini memiliki tafsir berbeda dan dilaksanakan berbeda oleh beberapa negara.

Dalam konteks Indonesia, sambung dia, yang sedang ributin adalah wacana UUD nya asli atau palsu. Dan wacana yang muncul amandemen lagi.

“Saya kutip Al muhafazatu Ala Qodimisholih Wal Akhzu bi Jadidil Aslah, kalau untuk perbaikan bangsa dan kalau dengan kembali kepadan UUD 45 yang asli tujuan negara kita bisa cepat terwujud, why not?”, cetusnya.

Di ketahui, beberapa tokoh aktifis dan tokoh nasional di tangkap polisi jelang aksi bela Islam 3 di Jakarta 2 Desember 2016 lalu.

Mereka di tuduh makar terhadap negara dan sampai saat ini masih berstatus tersangka dan sebagiannya masih di tahan.

Para tokoh ini antara lain, Rachmawati, Kivlan Zen, Adityawarman dan yang masih di tahan yakni Sri Bintang Pamungkas, Rizal Kobar, Jamran.
 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top