Pihak penyedia jasa, CV. Sri Makmur (PT. Sri Makmur Mandiri), pabrikan flame tube, PT. Siemens Indonesia dan “makelar” proyeknya sama sekali belum tersentuh hukum

Kejagung Harus Tuntaskan Kasus Flame Turbine Belawan

pln flameturbine korupsi kejagung indonesia siemens kpk

Gedung Kejagung

       

Jakarta - Solidaritas Pekerja Kelistrikan (SPK) meminta Kejaksaan Agung mengusut tuntas dan mengadili semua pihak yang terlibat dalam kasus korupsi flame tube gas turbine (GT) 1.2,  karena hingga saat ini baru dari pihak PT.  PLN saja yang jadi terdakwa dan menjalani hukuman, sedangkan dari pihak penyedia jasa, CV. Sri Makmur (PT. Sri Makmur Mandiri), pabrikan flame tube, PT. Siemens Indonesia dan “makelar” proyeknya sama sekali belum tersentuh hukum.

Menurut kordinator SPK, Dikson Sinaga, sebagaimana surat yang ditujukan kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAMPIDSUS) Kejaksaan Agung, disebutkan Direktur CV. Sri Makmur, Yuni, yang sejak awal sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, bahkan sudah masuk dalam   Daftar Pencarian Orang (DPO), akan tetapi hingga saat ini belum ditemukan. Besar kemungkinan Yuni sengaja disembunyikan oleh pihak-pihak yang berperan sebagai penyandang dana atau makelar proyek sebesar Rp.23,94 miliar tersebut.

Kejaksaan Agung diminta untuk melakukan pemeriksaan aliran dana pembayaran flame tube tersebut dari PT. PLN ke  CV. Sri Makmur dan selanjutnya  ke pihak pihak lain, khususnya oknum-oknum yang diduga sebagai makelar,   IJY, ALH dan JHS.

Sebelumnya diketahui Lima terdakwa kasus tindak pidana korupsi pengadaan flame tube senilai Rp 23,94 miliar pada pekerjaan Life Time Extention (LTE) Major Overhouls Gas Turbine (GT) – 12 di sektor pembangkit Belawan tahun anggaran 2007, 2008, dan 2009 diputus bersalah dan dipidana 8 hingga 11 tahun penjara, yaitu   Edward Silitonga, Fahmi Rizal Lubis, Albert Pangaribuan, Ferdinand Ritonga, Robert Manyuzar dan Ermawan Arif Budiman yang kesemuanya adalah karyawan/mantan karyawan PT PLN Pembangkit Subagut.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top