Sikapi Papua: Tahan Diri, Segera Jahit Retakan Sendi Sendi Berbangsa

Papua

dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed., Presiden Poros Keadilan Rakyat Kecil - PKR Indonesia yang juga Ketua Umum DPP APKLI

       

"Negeri ini tidak akan dilemahkan atau dibubarkan melalui serangan militer sebagaimana yang dialami negara-negara di Timur Tengah. Negeri ini juga tidak akan lemah dan atau bubar walau dihimpit ekonomi seberat apapun. Negeri ini memiliki pengalaman sangat pahit atas keruntuhan Kudungga, Sriwijaya dan Majapahit bukan akibat serangan militer asing melainkan konflik di dalam negeri atau perang saudara. Negeri ini selalu dilemahkan bahkan diseting bubar dengan politil pecah belah bangsa (devide et impera) berbasis isu suku, ras dan agama, serta infiltrasi tata kehidupan hedonistik sejak pertama kali Portugis injakkan kaki di Tuban Jawa Timur pada abad XIV hingga saat ini. Tak terkecuali realitas akhir-akhir ini adanya sekaman bara api seakan esok perang saudara dan kejadian di Papua saat ini. Waspada dan lebih waspada!," tegas dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed., Presiden Poros Keadilan Rakyat Kecil - PKR Indonesia yang juga Ketua Umum DPP APKLI, Rabu, 21 Agustus 2019 di Jakarta.
 
Mensikapi soal Papua saat ini tidak boleh gegabah karena bisa jadi ancaman serius terhadap keutuhan bangsa dan negara kita. Semua pihak garus menahan diri dan tidak memancing di air keruh. Semua pihak harus memperkokoh persatuan, kesatuan, jebersamaan dan persaudaraan, serta segera jahit kembali retakan ikatan dan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa berdasarkan Pancasila dalam bingkai Bhineka Tinggal Ika. 
 
"Perut rakyat tidak boleh kosong atau keroncongan. Rakyat tidak boleh kelaparan massal dan meluas. Rakyat harus didampingi, ekonominya harus berputar. Isi perut rakyat hingga kenyang sehingga tidak mudah terpancing segala bentuk upaya provokasi pecah belah bangsa. Juga tidak mudah tergiur atas tawaran manis dari pihak-pihak yang tiba-tiba hadir sebagai pahlawan kesiangan," ujar dr. Ali Atmo, CEO AMSA Palapa7 Nusantara Fondation.
 
Negeri dan bangsa ini lahir dari lebih 700 suku bangsa dengan beragam multi varian perbedaan dan lebih dari 500 kerajaan dan kasultanan se-nusantara yang sangat kaya raya. Negeri ini terbesar, terkuat dan terkaya didunia. Lebih dari itu, dalam perjalanan negeri ini pernah adidaya didunia yang diantarkan Mahapatih Majapahit Gajah Mada pada abad XIV. Banyak pihak didunia tidak menginginkan terjadi reduplikasi kejayaan nusantara kembali, dengan segala daya dan upaya melemahkan negeri ini bahkan diseting bubar. 
 
Oleh karena itu, segenap elit bangsa dan seluruh rakyat wajib menyadari bahwa negeri ini bukan negara berbasis agama, suku atau ras. Laksana sungai, negeri ini landasan dasar dan tanggil kanan kirinya sudah tuntas. Terkait suku, ras, dan agama sudah selesai. Ada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Tidak ada jalan lain kecuali satukan segenap kekuatan rakyat dan segenal sumber daya nusantara yang sangat melimpah guna memperjokoh eksistensi dan keutuhan negeri ini !
 
Gumregah! Bangkit Utuh Merdeka dan Berdaulat - Papua satua kesatuan utuh bangsa Kita - Papua satua kesatuan utuh wilayah negara Kita - Papua satu kesatuan utuh leluhur nusantara Kita !
 
 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0