Rizal Ramli Dukung Capres Yang Berani Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga 8 Persen

Rizal Ramli,Capres

Rizal Ramli

       

Jakarta - Tokoh nasional yang juga ekonom senior, DR Rizal Ramli, menyatakan jika dirinya menantikan capres yang memiliki konsep ekonomi yang menjanjikan kemajuan Indonesia, dan angka-angka yang dijanjikan masuk akal.
 
Rizal mengaku, tak ingin terburu-buru memutuskan dukungan sebelum dirinya mendapat janji terbaik dari Jokowi maupun Prabowo Subianto.
 
"Jangan cepet-cepet dong kita mutusin, jangan cepet-cepet karena kita ingin menunya ini lebih baik untuk rakyat Indonesia. Jadi jangan cuma nawarin menu tahu tempe, tapi menu yang lebih baguslah. Jadi kedua calon presiden kita dorong untuk tawarin menu daging di meja makan, ikan, ayam, pake dessert," ujar pria yang akrab disapa RR itu saat berada di Bandung, Kamis (7/2/2019) malam.
 
Rizal pun mencontohkan apa yang dimaksud 'menu' tersebut. Di bidang ekonomi, dia menunggu siapa capres yang berani menawarkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
 
Dia yakin, dengan angka pertumbuhan tersebut, Indonesia akan menjadi negara yang lebih baik. "Kalau hanya 5 persen doang mah enggak cukup. Kalau 8 persen maka upah buruh pasti naik, lapangan kerja jauh lebih banyak, negara lain dulu bisa di atas 10 persen. Kita juga harus bisa," katanya.
 
Pria yang pernah menjabat Menko Maritim itu juga mengatakan, agar kedua capres dapat mencapai angka pertumbuhan ekonomi tersebut, salah satunya harus mampu mewujudkan kedaulatan pangan. Dia yakin, dengan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang berlimpah, Indonesia seharusnya mampu berdaulat dalam sektor pangan.
 
"Harusnya kita itu eksportir pangan di Asia. Tapi, hari ini kita importir segala macam yang paling gede. Gula paling gede di dunia, beras, jagung, segala macam paling besar di dunia," katanya.
 
Kondisi tersebut menurutnya tak lepas dari kebijakan Presiden Jokowi yang tidak konsisten antara tujuan dengan strategi, kebijakan, dan personalnya. Dia menyesalkan kebijakan Presiden Jokowi terkait impor pangan yang disebutnya 'ugal-ugalan'.
 
"Istilahnya tujuannya ke kanan supaya kita berdaulat pangan, tapi kebijakannya impor ugal-ugalan yang merugikan petani dan sebagainya. Sehingga, terjadilah impor kita tinggi sekali," kata RR, sapaan akrab Rizal Ramli. 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0