Jaya Suprana: Indonesia Butuhkan Pikiran Dan Tenaga Rizal Ramli

RizalRamli,JayaSuprana

Rizal Ramli, Jaya Suprana dan Aylawati Sarwono

       

Jakarta, TerbitNews -- Ekonom senior DR. Rizal Ramli memiliki posisi yang unik dalam landskap politik nasional terkini. Rizal Ramli memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam pemerintahan, dan terbukti mempunyai kecakapan dalam membenahi persoalan ekonomi yang tengah dihadapi bangsa ini.
 
Selain itu, Rizal Ramli juga memiliki pergaulan yang baik di kalangan elite politik, dan berpotensi menjadi tokoh pemersatu bangsa karena tidak memiliki kepentingan sempit untuk diri sendiri dan kelompok.
 
“Rasanya Pak Rizal adalah tokoh yang paling banyak menduduki jabatan di pemerintahan sejak era Gus Dur (Abdurrahman Wahid). Semua tugas dilaksanakan dengan baik,” ujar budayawan Jaya Suprana dalam jamuan makan siang dengan Rizal Ramli di kawasan Bundaran HI, pekan lalu (Kamis, 27/7). 
 
Di era Gus Dur, Rizal pernah dipercaya sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menko Ekuin, dan Menteri Keuangan. Sementara di era Susilo Bambang Yudhoyono, Rizal pernah menjadi Preskom PT Semen Gresik. Lalu di era Joko Widodo, Rizal Ramli juga dipercaya sebagai Preskom BNI dan Menko Kemaritiman.
 
Selain itu, Rizal pernah menjadi penasehat ekomi PBB bersama sejumlah ekonom papan atas dunia dan peraih Nobel Perdamaian bidang ekonomi. Dia juga pernah menjadi adviser ekonomi pemerintahan beberapa negara sahabat.
 
Jaya Suprana hampir tidak percaya dan kecewa ketika mendengar kabar Rizal Ramli diberhentikan Presiden Joko Widodo pertengahan tahun 2016.
 
“Saya sedih waktu Pak Rizal diberhentikan Pak Jokowi. Menurut kami tidak ada kesalahan Pak Rizal. Bahkan sangat membantu pemerintahan Pak Jokowi, karena Pak Rizal seperti Pak Jokowi juga memiliki kepedulian pada rakyat kecil,” ujar Jaya Suprana yang didampingi istrinya Aylawati Sarwono. 
 
Menurutnya, Jokowi barangkali menghadapi tekanan atau permintaan dari pihak-pihak lain yang terganggu oleh kepretan dan gebrakan Rizal membenahi persoalan ekonomi.
 
“Inilah risiko yang harus dihadapi bila jadi pembantu presiden. Pak Rizal Ramli cocoknya jadi presiden, atau sekurangnya wakil presiden, agar perbaikan ekonomi negara kita bisa cepat dan benar-benar bisa meroket,” katanya lagi. 
 
Mengenai jabatan yang pernah dipercayakan Jokowi, Rizal Ramli mengatakan bahwa dirinya tidak pernah meminta. Bahkan, ketika ditawarkan menjadi Menko Kemaritiman, Rizal Ramli sempat menolak. Tetapi Jokowi terus meminta agar dirinya mau menduduki posisi Menko Kemaritiman. Jokowi juga mengatakan bahwa sesungguhnya yang meminta Rizal Ramli menjadi menko adalah rakyat Indonesia.
 
“Karena itulah saya mau,” ujar Rizal Ramli. 
 
Bagi Rizal, kisah dirinya di pemerintahan Jokowi adalah cerita lama. Adapun yang kini jauh lebih peting adalah mempersiapkan jalan emas untuk Indonesia. 
 
Untuk itulah, sambung Rizal, dia menyatakan siap dicalonkan dalam pemilihan presiden mendatang. 
 
“Tidak ada kepentingan lain yang saya miliki kecuali untuk bangsa dan negara. Saya ingin menyumbangkan tenaga dan pikiran saya untuk kemajuan Indonesia. Untuk Indonesia yang memberikan perlindungan bagi rakyat kecil,” ujar Rizal. 
 
Menyambung pernyataan Rizal itu, Jaya Suprana mengatakan, Indonesia membutuhkan tenaga dan pikiran Rizal Ramli. Dia juga berjanji akan menyampaikan hal ini kepada tokoh-tokoh yang akan ditemuinya.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0