Sosiolog UI: Jokowi Rekrut Rizal Ramli jadi Cawapres, Prabowo- SBY Tumbang Seketika 2019

RizalRamli

Prabowo Subianto dan Rizal Ramli

       

Jakarta, TerbitNews --  Sosiolog fisip UI Dr. Ir. Daddy Heryono Gunawan, M.S  memperingatkan kalau Jokowi merekrut Rizal Ramli jadi Cawapresnya, Kubu Prabowo- SBY bakal tumbang seketika di Pilpres 2019.
 
Daddy  menyebut bahwa RR itu tokoh ''kuda hitam'' yang paling terkemuka dalam memanggul Trisakti dan pasal 33 UUD45 (Soekarno-Hatta), RR pengusung ekonomi konstitusi sesuai cita-cita Proklamasi untuk mengakhiri Neoliberalisme/Neokolonialisme ekonomi. 
 
''Sedangkan Prabowo, AHY, Anies Baswedan sama sekali belum teruji soal Trisakti Soekarno-Hatta  itu, belum ada gagasan kuat dan prestasinya mengenai Trisakti dan pasal 33 UUD45 seperti RR,'' ujarnya.. Namun, apakah nama-nama  itu sadar diri? Kita tak tahu, katanya.
 
Daddy telah menyarankan kepada Presiden Jokowi bahwa di tengah memburuknya ekonomi yang sudah Lampu Kuning Setengah Merah, merosotnya daya beli rakyat dan ketidakpastian masa depan ekonomi bangsa ini, sebaiknya memilih Rizal Ramli PhD (RR)  sebagai Cawapres 2019. ''Sangat krusial dan strategis kalau Jokowi merekrut RR (asuhan politik Pesantren Tebu Ireng Gus Dur/jebolan ITB/Pondok Gontor/Sophia University/Boston) karena hampir pasti menang melawan pesaingnya,'' kata Daddy.
 
''Namun, mohon maaf, kalau sampai Prabowo yang mengambil RR sebagai cawapresnya, maka Jokowi mudah dikalahkan 2019,'' imbuhnya.
 
Dan para intelektual dan  tokoh masyarakat menyarankan agar Jokowi berduet dengan Rizal Ramli di Pilpres 2019 agar ekonomi bangsa bisa selamat dan bangkit lagi. Jokowi sudah mendapat dukungan penuh untuk memilih sendiri cawapresnya. Berbagai kalangan menyebut Rizal Ramli adalah kandidat terbaik sebagai cawapres Jokowi. ''Kalau Jokowi mau menang di Pilpres 2019, maka Rizal Ramli adalah cawapresnya terbaik,'' kata Aris Arif Mundayat PhD, dosen Fisipol UGM/ Unhan Jakarta.
 
Sebelumnya, banyaknya pandangan dan masukan para tokoh masyarakat dan para elite serta kelompok-kelompok strategis dari Jakarta, Jawa, Sumatera sampai Maluku yang meminta Presiden Jokowi merekrut Rizal Ramli (RR) ke dalam pemerintahannya, dan itu menurut Prof Ahmad Syafii Maarif sangat bisa dipahami.
 
Sebagai kilas balik, di tahun lalu ada pendapat ini: Sultan Tidore Husain Syah mengajukan gagasan duet Jokowi-Rizal Ramli  dalam dialog di Maluku Utara bersama rakyat setempat, guna perbaiki ekonomi rakyat dan kondisi bangsa dewasa ini yang muram dan murung. Sementara Sekjen Seknas Nasional Relawan Jokowi Osmar Tanjung menghimbau Presiden merekrut kembali RR ke dalam pemerintahannya demi kepentingan bangsa dan negara untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi yang stagnan. 
 
"Problem ekonomi sangat mengancam bangsa dan demokrasi kita sehingga  RR yang mampu memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi 6% ke atas akan jadi pilihan rakyat," tambah Suko Sudarso, mantan Komandan Barisan Soekarno tentang kompetensi Rizal Ramli dalam hal kebijakan ekonomi.
 
"Saya sendiri setuju/senang  kalau RR benar-benar direkrut Presiden menjadi  Cawapres sesuai  aspirasi dan keinginan banyak masyarakat itu,'' kata Suko Sudarso, Tokoh senior GMNI ITB.
 
''Saya tahu RR itu reformis yang mumpuni dan  cenderung revolusioner, namun yang penting RR harus memahami, mengerti dan menenggang kultur lain yang berbeda, kalau dia dalam pemerintahan, maka dia tidak boleh lagi  mengkritik atau menyerang pihak lain di pemerintahan yang kulturnya berbeda dan belum bisa menerima, kecuali kalau koreksi atas korupsi-kolusi-nepotisme ( KKN), itu tentu mendapat dukungan masyarakat karena sesuai semangat reformasi dan konstitusi," ungkap Buya Syafi'i Ma'arif.
 
Lebih lanjut ia menjelaskan bawa RR harus bisa belajar memahami kultur yang berbeda dengannya, "saya minta RR harus menyadari bahwa masyarakat kita ini beda budaya dan kultur lain, kadang belum bisa menerima (beda pandangan-red). Mengenai langkah, sikap dan komitmennya memberantas korupsi-kolusi-nepotisme, (KKN) yang terus merusak bangsa ini, masyarakat tentu mendukungnya," tutur Buya Ahmad Syafii Maarif pekan lalu via telepon, sebagaimana dilansir dari konfrontasi.com, Rabu (6/6).
 
"Maka sebagai orang tua, saya sarankan RR belajar dan ambil hikmah dari sikapnya sewaktu jadi Menko Kemaritiman kemarin. Saya yakin dia mampu dan ambil hikimahnya untuk tak diulangi lagi. Semua orang tahu kredibilitas, kapabilitas dan integritasnya, dia memang apa adanya, tinggal bagaimana dia memahami kultur lain yang berbeda dari  masyarakat Jawa, Bugis, Sunda dan sebagainya," pesan Buya Syafii Maarif.
 
Sejauh ini, kata Buya Ahmad Syafii Maarif, pihaknya mengakui tak mampu menjembatani  komunikasi dan jalinan antara kelompok Presiden Jokowi dengan berbagai kelompok strategis dan masyarakat yang mendukung RR. "Aspirasi banyak masyarakat dari Indonesia Barat sampai Timur bisalah dipahami dan seyogyanya kita perhatikan," ujar Buya Syafii Maarif, guru besar UNJ dan sesepuh  Muhammadiyah.
 
"Memang banyak sekali masyarakat yang mendukung RR masuk kembali Kabinet Jokowi atau diajukan Presiden untuk masuk memimpin BI karena resah-gelisah dan cemas dengan merosotnya ekonomi dan daya beli rakyat. Itu wajar dan manusiawi.  Karena  mereka melihat RR sangat berpotensi menumbuhkan ekonomi  6 - 7 persen dengan kerja kerasnya," kata Suko Sudarso, tokoh senior GMNI ITB  yang juga ditahan penjara pada awal Orde Baru.
 
Suko Sudarso melihat banyaknya masyarakat atau publik bersuara mempertimbangkan duet Jokowi (alumnus UGM)- Rizal Ramli (alumnus ITB) karena ingin mengatasi kesuraman ekonomi setelah kegagalan Neoliberalisme Menkeu Sri Mulyani cs dewasa ini dengan stagnasi ekonomi dan merosotnya daya beli rakyat.
 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0