Kinerja BUMN Terus Membaik

RiniSoemarno,BUMN

Menteri BUMN Rini M. Soemarno

       

Jakarta, TerbitNews--- Benarkah dipimpin Rini Soemarno pengelolaan BUMN semakin memburuk?  “Saya melihatnya justru lebih bagus, selain bisa mengurangi jumlah BUMN yang rugi, kinerja BUMN saat ini sudah membaik,” kata pengamat kebijakan publik, Zulfikar Ahmad kepada Terbitnews, Sabtu (9/6/2018).
 
Dari catatan yang didapatkan, Zulfikar menyebutkan,  jumlah BUMN yang mengalami defisit selama 2017 sebanyak 12 perusahaan dari sebelumnya (2016) sebanyak 24 perusahaan.
 
“Saya melihat ada keseriusan Kementerian  BUMN untuk memperbaiki kinerja keuangan dan performance BUMN kita, Sebaiknya kita obyektif dalam menilai sesuatu, jangan asal bunyi. Pakai data,” ujar Zulfikar.
 
Zulfikar mengemukakan menanggapi pernyataan Presidium Pergerakan Andrianto yang menyatakan melonjaknya utang BUMN akibat dari kerja Menteri BUMN, Rini Soemarno yang tidak becus. Oleh karenanya empat tahun kepemimpinan Rini merupakan masa kelam Kementerian BUMN. Akibat BUMN dipimpin Rini terkait kasus Pelindo II juga membuat Komisi VI DPR menolak rapat kerja dengan pemerintah.
 
"Sehingga 2 tahun ini Menteri Rini tidak bersidang di DPR. Saya rasa inilah tiitik kelam BUMN kita. BUMN dikelola oleh Menteri Rini yang tersangkut skandal Pelindo II Gate," kata Andrianto seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/6/2018).
 
BUMN Karya
 
Bahkan Zulfikar menyebutkan, dari tulisan di sebuah media disebutkan, kinerja keuangan enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha secara signifikan sepanjang kuartal I 2018. Untuk pendapatan usaha, Hutama Karya paling tinggi, naik 110 persen menjadi Rp 4,8 triliun.
 
Keenam BUMN yang meraih laba itu  adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
 
Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang mengatakan, pemerintah terus mengawasi dan memberikan pendampingan sebaik mungkin bagi seluruh perusahaan pelat merah agar dapat selalu menjaga kesehatan perusahaan. Apalagi keenam BUMN Karya tersebut tengah mengemban tugas pembangunan infrastruktur dari Pemerintah.
 
“Kementerian BUMN akan terus mengawal agar perusahaan negara bisa menjalankan dan menyelesaikan sebaik mungkin amanat pembangunan infrastruktur yang telah diberikan. Sekaligus menjaga agar kesehatan perusahaan tetap terjaga,” kata Ahmad Bambang di Jakarta, Rabu (6/6/2018).
 
Menurut tokoh yang baru diangkat menjadi Komisaris PT Pertamina ini, ini, jika dibandingkan dengan kuartal I 2017, pendapatan usaha Hutama Karya naik 110 persen menjadi Rp 4,8 triliun dan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 200 miliar. Kemudian Waskita Karya mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar 68,56 persen menjadi Rp 12,3 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun.
 
Pendapatan usaha Wijaya Karya dan Adhi Karya pun mendulang hasil positif serupa. Emiten berkode saham WIKA dan ADHI tersebut berhasil meraup pertumbuhan pendapatan usaha masing-masing sebesar 64 persen menjadi Rp 6,2 triliun dan 92,8 persen menjadi Rp 3,1 triliun. Hingga 31 Maret 2018, keduanya berhasil membukan laba bersih masing-masing sebesar Rp 215 miliar dan Rp 73 miliar.
 
Tak mau kalah, PT PP juga berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,6 triliun, naik 26 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Laba bersih perseroan naik 26 persen menjadi Rp 204 miliar. Begitupun Jasa Marga, pendapatan perseroan naik 92,8 persen menjadi Rp 9,6 triliun, dengan capaian laba bersih sebesar Rp 560 miliar.
 
Pertumbuhan
 
Selain itu, rata-rata pertumbuhan aset keenam BUMN tersebut pun berada diangka 55,98 persen. Pertumbuhan aset tersebut didukung oleh pertumbuhan liabilitas yang rata-ratanya sebesar 72,77 persen.
 
Ekuitas keenam perusahaan ini pun bertumbuh cukup baik. Ekuitas Hutama Karya naik menjadi Rp 8,7 triliun dibandingkan capaian periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 7,6 triliun. Ekuitas Waskita naik menjadi Rp 24,4 triliun dibandingkan capaian periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 20,2 triliun.
 
Sementara WIKA, ekuitasnya naik menjadi Rp 14,7 triliun dibandingkan kuartal I 2017 sebesar Rp 12,7 triliun.
 
Begitupun dengan ADHI, PTPP dan Jasa Marga. Hingga 31 Maret 2018, ekuitas ketiga emiten tersebut masing-masing sebesar Rp 5,9 triliun, Rp 14,6 triliun, dan Rp 18,9 triliun. Capaian ini tumbuh cukup baik dibanding periode sama tahun lalu, di mana ekuitas ADHI berada di angka Rp 5,3 triliun, PTPP Rp 10,6 triliun dan Jasa Marga Rp 16,4 triliun.
 
Tidak Rugi
 
Sebelumnya, MenteriRini M Soemarno menargetkan pada 2018 tidak ada lagi perusahaan yang menderita kerugian, dari jumlah BUMN yang mengalami defisit selama 2017 sebanyak 12 perusahaan.
 
"Tahun 2016 jumlah BUMN yang rugi mencapai 24 perusahaan, tahun 2017 turun menjadi 12 perusahaan. Tahun 2018 targetnya tidak ada lagi yang rugi," kata Rini, saat mengikuti Fun Bike BUMN 2018, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (25/3/2018).
 
Menurutnya, berbagai langkah akan dilakukan untuk memperbaiki kinerja keuangan terutama yang masih dalam keadaan defisit.
 
"Banyak cara, namun yang paling utama adalah sinergi. Misalnya, BUMN dalam satu sektor yang sama, logistik pengadaan barang bisa dikoordinasikan sehingga lebih efisien," ujarnya.
 
Selain itu, sinergi BUMN diarahkan untuk saling memanfaatkan jasa ataupun produksi yang dihasilkan beberapa perusahaan.
 
Pada kesempatan itu, Rini menjelaskan secara konsolidasian 128 BUMN, pada tahun 2017 membukukan laba komprehensif Rp183 triliun, naik sekitar 10 persen dibanding tahun 2016.
 
"Saya berterima kasih pada semua insan BUMN yang telah bekerja keras selama ini. Saya harapkan di tahun 2018, semua BUMN bisa untung dan keluarga besar BUMN bisa bahagia dan sejahtera bersama," ujar Rini. 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0