Ini Cara Ampuh Rizal Ramli Kurangi Utang Indonesia yang Menumpuk

Ekonom senior DR Rizal Ramli bertemu ekonom senior, Kwik Kian Gie, di kediamannya, Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan, Senin, (23/4).

       

Jakarta, TerbitNews --- Tak ada yang tak mungkin, inilah prinsip ekonom senior DR Rizal Ramli. Dalam hal mengurangi utang negeri ini, mantan Menko Perekonomian ini punya cara jitu. Pengalamannya dalam mengurangi utang Indonesia di era pemerintahan Gus Dur diyakininya masih ampuh dan bisa dilakukan.

Menteri Koordinator Kemaritiman era Presiden Joko Widodo ini yakin, dengan strateginya, mampu mengurangi utang Indonesia mencapai USD 10 miliar atau setara Rp 139,7 triliun (Rp 13.967 per USD) di 2019.

Dia bercerita, saat itu mampu mengurangi utang Indonesia sebesar USD 4,5 miliar atau setara Rp 62,8 triliun (Rp 13.967 per USD). Selain itu, pemerintahan Gus Dur diklaim juga mampu membalikkan pertumbuhan ekonomi dari minus 3 persen menjadi 4,5 persen.

"Pemerintahan Gus Dur satu-satunya pemerintahan yang mengurangi utang," ujarnya di Jakarta, Senin (23/4).

Rizal membeberkan strateginya saat itu ialah dengan pertukaran. Dia mencontohkan bentuk pertukaran dengan Jerman. Di mana, Indonesia menyediakan lahan hutan konservasi ditukar dengan pengurangan utang dari negeri Bavaria tersebut.

"Jerman waktu itu protes, Indonesia terus merusak hutan padahal paru-paru dunia. Kami bertemu menkeu Jerman. Gini deh kita win-win, Indonesia siapkan 100.000 hutan untuk konservasi, Jerman kurangi utang Indonesia ratusan juta Dolar," jelasnya.

Cara pertukaran ini, lanjutnya, bisa menjadi salah satu pengurang utang Indonesia signifikan di 2019. Sebab, dunia ke depan semakin merisaukan isu perubahan iklim.

"Kita tidak bisa bertindak untuk utang ini hanya dengan menjadi good boy, yang bayar utang pada waktunya. Karena beban utang kita sudah kebanyakan. Kita harus inovatif. Manajemen mengelola utang dengan inovatif. Kita tuker utang mahal dengan utang murah dan sebagainya. Banyak cara. Tidak bisa lagi sekedar good boy dipuji-puji sama asing gitu," paparnya.

Melawan Neolib

 Ekonom senior yang juga bakal calon presiden, Rizal Ramli, bersumpah akan terus melawan mazhab neoliberalisme.  

 Komitmen tersebut Rizal tegaskan lagi bersama ekonom senior, Kwik Kian Gie, di kediamannya, Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan, Senin, (23/4).

Rizal dan Kwik adalah dua ekonom yang selalu bersuara keras mengkritik kebijakan ekonomi yang berlandas mazhab neoliberalisme. Keduanya juga pernah dipercaya pemerintah memegang jabatan strategis di bidang ekonomi pada masa awal reformasi, tepatnya di bawah pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Dalam penjelasannya, Rizal tekankan bahwa sistem ekonomi Indonesia yang kini didominasi neoliberalisme akan menghasilkan kondisi rakyat yang jauh dari cita-cita nasional.

"Kami akan terus melawan neoliberalisme. Bukan orangnya yang kami lawan tapi perilakunya yang kami tidak suka," tegas RR.

Mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan itu menyatakan, Indonesia akan bangkrut jika sistem neoliberalisme terus dipakai pemerintah. Ia menyebut sistem neoliberalisme bercokol di Indonesia sejak tahun 1967, saat kelompok "Mafia Berkeley" diminta Orde Baru mengurus bidang ekonomi.

"Kami akan terus melawan dengan cara kami masing-masing," tegas RR lagi. 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0