Cakra Buana: Konsisten Jalankan Ajaran Bung Karno, RR Harus Pimpin Indonesia

Rizal Ramli

Ratusan Satgas Cakra Buana mengawal perjalanan Rizal Ramli saat berada di Bandung dan Tasikmalaya.

       

Tasikmalaya, Terbit News– Kepala Satgasus DKI Cakra Buana, Kadiman Sutedy mengatakan, Rizal Ramli, mantan Menko Maritim di era pemerintahan Jokowi tetap komitmen dan konsisten dalam menjalankan konsep Trisakti yang diajarkan Bapak Pendiri Bangsa, Soekarno.
 
“Semasa ia menjabat, tidak ada satu-pun ajaran Bung Karno tentang Trisakti yang melenceng. Misalnya, soal berdaulat di bidang politik, Rizal Ramli lah yang mengubah nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara. Di bidang ekonomi, Rizal konsisten melawan neoliberalisme, yakni pembangunan ekonomi melalui utang,” tukas pria yang karib disapa Yongki ini di Pondok Pesantren Raudatul Muta’alimin, Tasikmalaya, Sabtu (14/4/2018) malam.
 
Bagi Yongki, pengawalan terhadap Rizal Ramli sebenarnya tidaklah cukup untuk membalas jasa-jasa Rizal Ramli terhadap masyarakat Indonesia. Mantan Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid itu, sambung Yongki, harus diberikan kesempatan untuk memimpin negeri ini.
 
“Saya sudah lama kenal Rizal Ramli. Semasa hidupnya selalu menjadi penasihat Presiden. Tapi, hanya sedikit nasihatnya itu yang diimplementasikan penguasa. Padahal, semua ide dan gagasannyaselaras dengan pemikiran Soekarno. Kini saatnya ia pimpin negeri ini,” tegas Yongki.
 
Ratusan Satgas Nasional Cakra Buana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengawal rangkaian kegiatan ekonom senior Rizal Ramli semasa di Bandung dan Tasikmalaya pada Sabtu (14/4/2018).
 
Yongki mengatakan, pengawalan terhadap Rizal Ramli merupakan bentuk apresiasi dari kader PDIP atas komitmen mantan Menko Maritim di era pemerintahan Jokowi tersebut yang konsisten dalam menjalankan konsep Trisakti yang diajarkan Bapak Pendiri Bangsa, Soekarno.
 
Sebagaimana diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Cakra Buana merupakan bagian dari PDIP. Tujuan dibentuknya organisasi tersebut selain menjadi garda bangsa, juga sebagai upaya mendukung penguatan organisasi ketahanan negara, dan menjaga masa persiapan kampanye.
 
Anggota Satgas Cakra Buana direkrut dari mulai latar belakang pendidikan rendah yang belum memiliki pekerjaan tetap. Mereka adalah potensi bangsa yang harus dilembagakan.
 
“Satgas ini mampu membangkitkan potensi partai sebagai sarana untuk berjuang bagi kesejahteraan rakyat,” jelas Kepala Satgas Nasional PDIP Cakra Buana, Komarudin Watubun.
 
Lahirnya Satgas Nasional PDI Perjuangan Cakra Buana ini merupakan sebuah perjalanan yang cukup panjang. Secara harfiah, Cakra berarti Senjata, dan Buana berarti Dunia. Maka, Cakra Buana berarti Satuan Tugas PDIP Perjuangan yang akan selalu menjadi senjata partai didalam menjaga harkat, martabat, dan kedaulatan NKRI.
 
“Cakra Buana dulu pendukung setia Mas Jokowi di Pilgub dan Pilpre,   sekarang mereka ingin perubahan untuk Indonesia lebih baik,” ujar Rizal Ramli.
 
Kunjungi Ponpes 
 
Tokoh nasional Rizal Ramli bersilaturahmi dengan KH. Ate Mushoddiq Bachrum, pengasuh Ponpes Rhoudhotul Muta'alimin, Cilendek, tasikmalaya, Jawa Barat. 
 
Menurut Rizal, di Ponpes tersebut, Gus Dur pada tahun 1994 pernah bersembunyi dari “kejaran” rejim Suharto saat itu yang tidak ingin melihat Gus Dur menjadi Ketua PBNU. Dan Suharto ketika itu ingin agar yang menjadi Ketua PBNU adalah Abu Hasan dari Jambi.
"Orang umumnya hanya mengetahui bahwa Gus Dur bersembunyi di Ponpes Cipasung saja," katanya. 
 
Rizal bercerita, pada sekitar tahun 1960-an Ponpes ini pernah dibakar oleh TNI karena dianggap menyembunyikan DI/TII. Lalu di kemudian hari Panglima TNI, Jenderal TNI Edi Sudradjat, datang ke Ponpes ini untuk menghadap Kyai Ate Mushoddiq Bachrum untuk meminta maaf.
 
"Itulah sejarah, dan kita mesti belajar dari sejarah," pungkasnya. 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0