Nadia Mulya: Rizal Ramli Istilahkan Century Seperti Ember Bocor, KPK Harus Usut Kebocorannya!

BudiMulya,NadiaMulya,BankCentury

Nadia Mulya (kanan), putri bekas Deputi BI Budi Mulya

       

Jakarta, TerbitNews --- Istilah ‘ember bocor’ terkait kasus Bank Century yang disampaikan ekonom Rizal Ramli kembali disampaikan Nadia Mulya, putri eks Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya.

“Usut sampai tuntas karena kasus Century itu bukan seputar kebijakan saja, yang bikin masyarakat geram kan seperti kata Rizal Ramli kan itu (istilahnya, red) ember bocor. Bocornya ke mana, yang masyarakat ingin tahu kan yang sebenarnya itu,” ujar Nadia Mulya kepada wartawan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018).

Nadia, yang juga finalis kontes kecantikan Puteri Indonesia 2004 itu menyambangi Gedung KPK bersama pemohon praperadilan kasus skandal Bank Century, Boyamin Saiman. Dia meminta KPK mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak lain di kasus Century.

Bagi Nadia Mulya, perkara Century telah merusak keluarganya, setelah ayahnya ditetapkan sebagai tersangka dan kini jadi narapidana. Padahal, Nadia menegaskan, ayahnya bukan pengambil kebijakan terkait skandal pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penyertaan modal sementara (PMS).

“Dia (Budi Mulya) pelaksana saja. Dia melaksanakan kebijakan yang sudah diambil dewan gubernur,” sambungnya.

“Jadi kalau mau bilang kasus Century itu tidak bisa hanya Budi Mulya seorang. Anda harus bisa lihat, Bapak saya tidak ada terlibat sama sekali dalam proses apa pun untuk bailout, tapi kenapa semua hukuman seperti diberikan kepada dia seorang. Menurut saya itu sangat tidak adil,” tutur Nadia.

Dalam perkara Century, Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dihukum 10 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam proses pemberian FPJP dan penentuan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Majelis hakim menilai perbuatan Budi Mulya dan sejumlah orang lainnya telah merugikan keuangan negara total Rp 8,012 triliun.

Kerugian keuangan negara ini terdiri dari pemberian dana FPJP Rp 689,894 miliar dan penyertaan modal sementara (PMS) dua tahap, yakni Rp 6,7 triliun dan Rp 1,250 triliun. Budi Mulya diperberat hukumannya menjadi 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0