Langkah Sang Rajawali Ngepret Rizal Ramli: Ketemu Prabowo, SBY, Rachmawati, Tokoh Agama dan ke Makam Bung Karno

RizlRamli,SBY,Prabowo,Megawati

Rizal Ramli dan Rachmawati

       

Jakarta, TerbitNews – Diam-diam Rizal Ramli sudah bertemu SBY, Prabowo, Tokoh Agama hingga ke Makam Soekarno. Apa tujuannya?
 
Tokoh Nasional Rizal Ramli yang dikenal dengan sebutan Rajawali Ngepret ini tak bisa dipandang sebelah mata. Track Recordnya sudah tak perlu diragukan lagi baik di dalam dan luar negeri.
 
Langkah dan strategi yang dilakukan pendiri lembaga think-thank Econit ini harus diteropong secara mendalam. Terlebih menjelang pemilu 2019 mendatang. Benarkah Pertemuan dengan SBY dan Prabowo terkait Pilpres 2019?
 
Beredar Foto Rizal Ramli dan SBY
 
Rizal Ramli mengenakan setelan jas berwarna ungu dan SBY mengenakan kemeja berwarna Merah Hati lengan pendek.
 
Dalam acara Mata Najwa yang disiarkan secara langsung di Trans7 belum lama ini, Rizal Ramli mengatakan, dirinya telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
 
“Mas Bowo orangnya tegas, kawan lama saya dan beberapa minggu lalu baru ketemu,” kata Rizal Ramli saat menjawab pertanyaan Najwa Shihab yang menunjukkan foto Prabowo.
 
Pertanyaannya, untuk apa seorang Begawan Ekonom Rizal Ramli menemui Ketum Demokrat SBY dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto?
 
Terkait dengan pilpres 2019 bukan?
 
Deklarasi capres “Belah Duren” yang dilakukan Rizal Ramli harus dimaknai secara mendalam. Tak ada spanduk, tak ada umbul-umbul. Tapi, deklarasi “belah duren” menjadi perhatian para petinggi partai. Bagaimana tidak? Belum ada satu pun ketua umum partai yang berani mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2019.
 
Deklarasi “belah Duren” merupakan pukulan telak bagi yang masih malu-malu dan mencari aman. Pasalnya, yang diperebutkan hanya posisi cawapres.
 
Kembali saat Rizal Ramli memenuhi tantangan Mata Najwa dengan tema “Siapa Berani Jadi Presiden?”
 
Pertanyaan tajam pembawa acara Najwa Shihab, “Dua kali tak dapat kendaraan partai politik, apakah ada yang berbeda saat ini?”
 
“Surprise lah kalau memang jadi ya jadi nih barang. gitu aja kok ribet,” tangkis Rizal.
 
Najwa Shihab dikenal sebagai pembawa acara yang sering membuat gugup nara sumber. Namun, Najwa menerima sedikit kepretan dari si empunya jurus Rajawali Ngepret.
 
“Tak ada parpol tak `modal` kok pede maju capres?” begitu pertanyaan Najwa yang menusuk.
 
Rizal Ramli yang sudah banyak “makan asam garam” menegaskan, karena saya percaya, pada akhirnya yang jadi presiden itu yang ditengah. Sama seperti Gus Dur yang akhirnya menjadi Presiden.
 
“Saya ingat, Gus Dur 2 tahun sebelum jadi presiden itu berkata, Rizal saya mau jadi presiden. saya jawab yang bener aja mas modalnya apa? sama dengan saat ini,” ungkap Rizal.
 
Selanjutnya, jawab Rizal Ramli, masyarakat kita secara sosiogis ada yang berlatar belakang islam. tidak akan mungkin memilih pemimpin yang nasionalis atau abangan seperti megawati pada waktu itu.
 
Begitu juga sebaliknya, sambung Rizal, yang abangan dan nasionalis nggak akan mungkin pilih pemimpin yang latar belakang islam seperti amien rais. “Akhirnya Gus Dur ada di tengah yang lain adalah minoritas walaupun 10 persen,” kata Rizal.
 
“Dalam konteks sekarang ini anda ada dimana bang Rizal?” sela Najwa dengan tajam.
 
Hari ini, sambug Rizal Ramli, friksi antara golongan islam dan yang kanan itu lebih keras sekali dibandingkan jaman Gus Dur. Akhirnya orang akan cari siapa yang ada ditengah. “Nana (Najwa), Rizal Ramli ada ditengah. Terimakasih,” kepret Rizal Ramli.
 
Bagaimana dengan Prabowo?
 
Partai Gerindra hingga saat ini belum berani mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres. kenapa? Benarkah Prabowo akan menjadi King Maker? Lalu siapa Capresnya? Rizal Ramli? Bisa iya, bisa juga tidak.
 
SBY Berjuang Untuk Siapa?
 
 
“Jika Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak, sangat bisa Partai Demokrat berjuang bersama Bapak (Jokowi),” kata SBY dalam sambutannya di Rapimnas Demokrat, Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018).
 
Dia mengatakan, Partai Demokrat bisa berkoalisi dan mendukung Jokowi selama memenuhi sejumlah persyaratan. Pertama, Jokowi bisa membangun kebersamaan yang tepat.
 
Untuk siapa syarat yang diajukan SBY? Untuk Rizal Ramli? Bisa iya, bisa juga tidak.
 
Perlu diingat! PDIP telah menyatakan, keputusan cawapres dari PDIP merupakan hak prerogative Megawati Soekarnoputri.
 
Bagaimana Hubungan Megawati dan Rizal Ramli?
 
Tokoh Nasional Rizal Ramli mengungkapkan kedekatan dirinya dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) alm Taufiq Kiemas.
 
“Bang Taufik itu asik banget dan sekali teman dia teman. Walaupun kita berbeda pandangan. Tapi sekali temen ya tetap teman,” itulah kalimat pertama Rizal Ramli saat ditanya mengenai sosok alm Taufiq Kiemas.
 
Dia selalu bilang sama saya “Rizal kamu tu sudah pernah masuk penjara, saya juga jaman Soeharto. Jadi kita uda punya brevet nih. Brevet kayak terjun payung gitu lah kalo tentara. Nah kita sesama yang punya brevet harus saling tolong dan saling lindungi. tutur Rizal mengenang ucapan alm Taufik Kiemas.
 
Selanjutnya, Rizal Ramli yang akrab dengan sebutan RR ini menjabarkan kedekatannya dengan alm Taufik Kiemas dan Megawati Soekarnoputri. Rizal mengaku sering diajak makan siang dengan alm Taufik dan Mega di restoran Jepang.
 
“Mb Mega kan senangnya restoran Jepang. Waktu itu bang Taufik masih punya pompa bensin dan mb Mega punya toko bunga. Jadi kita sering ketemuan jauh sebelum kejatuhan Soeharto. Kita teman dan sahabat, bahkan sangat dekatlah,” kata Rizal Ramli di Jakarta, Rabu (14/3/2018)
 
Menjelang kejatuhan Pak Harto, sambungnya, saya ketemu dan bujukin mbak Mega untuk sama-sama lah, kita yang sipil-sipil nih berastu kekuatan untuk mendorong perubahan kita, dan mbak mega sempat tertarik. Bahkan sempat diskusi sampai tujuh jam lebih. “Waktu itu saya, Doktor Arif Ariman Alm, Laksamana Sukardi, mendorong proses perubahan itu, walaupun mbak mega mikir lagi gitu,” bebernya.
 
Kemudian, lanjut Mantan Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, waktu mbak Mega Presiden bang Taufik masih suka datang ke kantor saya di menteng sama teman-teman PDIP atau kadang-kadang dia ajak beberapa menteri, untuk diskusi, untuk konsultasi. jadi persahabatan kami tuh lama dan dalam sekali.
 
Karena itu, Walaupun kadang-kadang saya kritis sama pemerintahan mb Mega waktu itu, sambung Rizal, tapi bang Taufik selalu bilang jangan! “Rizal mah nggak apa-apa. Saya tahu dari dulu dia orangnya selalu buat rakyat selalu buat bangsa kita. Jadi temen PDIP jangan bantah-bantahan sama Rizal,” kata bang Taufik kala itu.
 
Megawati sudah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke – 5, sambung Rizal, kita masih suka ketemuan dengan bang Taufik.
 
“Kadang-kadang kan kita emang badung juga…ya, kalau ketemu kadang-kadang sembunyi-sembunyi sama saya di pompa bensin di tebet, di pompa bensin di mana lah ya, doyannya memang diskusi, sampai malem-malem sampe begadang ya, doyannya makan enak, mbak Mega juga doyannya makan enak” kata Rizal menggambarkan kedekatannya dengan alm Taufik Kiemas dan Megawati.
 
Rizal Ramli yang dikenal di kalangan Nahdlatul Ulama dengan panggilan Gus Romli ini, sangat mengagumi sikap politik alm Taufik Kiemas.
 
“Bang Taufik orangnya memang cair dan, sikap politiknya itu mau merangkul semua orang, mau temanan lah sama semua orang, maupun beda maupun apa lah ya tapi dia buka akses kepada siapapun, sebagai politisi itu kunci penting, untuk buka akses untuk siapa aja, termasuk lawan,” ucap Rizal.
 
Diskusi Dengan Megawati
 
 
Saya juga sempat memberi masukan ke Mb Mega terkait ekonomi. Saya siapkan 17 grafik indikator ekonomi yang penting-penting lah.
 
“Jadi tinggal liat grafik aja, kalo ini turun, marahin menterinya, misalnya pendapatan pajak turun pendapatan turun, marahin. kalau naik, puji-puji menterinya. Ini juga untuk membaca indikator politik yang penting, karena kalau saya jelasin pake teory pake angka-angka kan ribet ya ngejelimet jadinya,” tutur Rizal.
 
Suatu hari, kata Rizal, saya kan maunya pas jaman Gus Dur sebagai menko kan maunya cepet perubahan ini itu biar ekonominya pulih cepet. Mbak mega pernah komentar “Rizal, kamu tuh kaya baka aku, bapak aku tuh dimana-mana buku, kamar mandi aja di toilet ada buku, dimana segala apa, kamu juga begitu dimana-mana buku. Terus yang kedua, kamu tuh orangnya nggak sabar tau nggak, kayak bapak aku maunya Indonesia berubah cepat banget, Bapak aku tuh orangnya nggak sabar kamu juga nggak sabar! Saya ditegor lagi kan saya jawab “Mbak, kalo misalnya Bung Karno waktu itu sabar mbak, Indonesia tidak akan merdeka mbak, sampai sekarang,” akhirnya mb Mega ketawa.
 
Jadi, Rizal Ramli Capres atau Cawapres?
 
Selanjutnya, Dua Pengamat Sebut Rizal Ramli Jadi Kunci Kemenangan di Pilpres 2019
 
Pengamat Indonesian Public Institute (IPI) Dr Jerry Massie mengatakan, Mantan Menteri Koordinator (Menko) Maritim Rizal Ramli, bisa menjadi kunci kemenangan Prabowo dan Jokowi di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.
 
Menurutnya, Rizal Ramli yang dikenal sebagai Tokoh Perubahan ini selalu memiliki solusi yang berpihak kepada masyarakat. Track Record dan pengalamannya pun jelas dan sudah teruji.
 
“Track Record di dalam dan luar negeri sudah jelas. Dua kali jadi Menko dan jadi penasehat ekonomi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata Jerry saat dihubungi, Kamis (15/3/2018).
 
Jadi, sambungnya, siapa yang menggandeng Rizal Ramli di pilpres 2019, dia yang berpeluang menang.
 
“Jika Jokowi menggandeng Rizal Ramli, Jokowi akan memenangkan pertarung tersebut. Demikian sebaliknya. Karena itu, sosok Rajawali Ngepret ini bisa disebut sebagai kunci kemenangan di pilpres 2019,” tegasnya.
 
Menurut sumber yang dapat dipercaya, Rizal Ramli sudah mendapat restu dari Rohaniawan Romo Magnis. Beredar foto Rizal Ramli dan Romo Magnis.
 
 
“saya dukung Pak Rizal untuk jadi pemimpin nasional. Saya kenal lama dengan Pak Rizal. Dia sangat kritis. Tahun 1978 ditahan karena mengkritik Pak Harto” demikian kata Romo Magnis merestui Rizal Ramli menjadi Pemimpin.
 
Kabar teranyar, Rizal Ramli ziarah ke makam alm Bung Karno.
 
Setiap kali saya datang ke makam saya terbebankan, trenyuh. Walaupun Indonesia sudah merdeka 72 tahun, sedikit sekali cita-cita kemerdekaan yang dicapai, bahkan dilupakan. Hal ini dikatakan Tokoh Perubahan Rizal Ramli saat bersimpuh di makam mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (16/3/2018).
 
“Hari ini ada kegelisahan rasa tidak damai jika berbeda suku, etnis, agama menjadi masalah. Kami ingin agar kembali ke awal kemerdekaan, cita-cita Bung Karno bahwa bangsa yang loyal, perbedaan itu bukan masalah justru kekuatan,” tegas dia.
 
 
Saat disinggung terkait dengan keseriusan dirinya maju di Pemilu Presiden 2019, ia mengatakan hanya ingin memberikan itikad baik. Ia yakin rakyat Indonesia ingin perubahan, ingin tokoh yang mempunyai visi, misi, amanah dan bukan hanya yang bisa mengeluarkan kembang kata.
 
“Kalau mau ubah Indonesia, tidak cukup menjadi Wapres (Wakil Presiden), harus memimpin bangsa ini ke arah lebih baik,” tutup Rizal Ramli.
 
Rizal Ramli Capres atau Cawapres? Silahkan diartikan sendiri.
 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top