Presiden Bolehkan Nelayan Cantrang Melaut Kembali

Jokowi,Cantrang,SusiPudjiastuti

Nelayan dan cantrang ikan

       

Tegal, TerbitNews - Presiden Joko Widodo menemui 16 nelayan di Tegal untuk mencari solusi terkait dengan pelarangan penggunaan cantrang. Pada kesempatan ini Presiden Joko Widodo memperbolehkan nelayan cantrang untuk melaut kembali tanpa ada batasan waktu, Pemerintah Pusat bersama-sama  dengan nelayan melakukan uji petik penggunaan alat tangkap cantrang.
 
Sementara terkait dengan rencana aksi keberangkatan massa nelayan ke Jakarta, 17 Januari 2018 tetap dilaksanakan, namun bukan untuk unjuk rasa. Aksi diganti dengan Istiqosah dan apel kebangsaan nelayan di Monas.
 
"Nanti kita bertemu hari Rabu (17/1) kembali untuk mencari solusi dari problem yang berkaitan dengan cantrang," kata Presiden di Tegal, Jawa Tengah, Senin (15/1/2018).
 
Pertemuan perwakilan nelayan cantrang se Indonesia ANNI (Aliansi Nelayan Indonesia) dengan Presiden bertempat di rumah makan Sate Batibul Kabupaten Tegal. Hadir pada pertemuan ini Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Bupati Pati, Rembang, Tegal, Pekalongan dan Batang.
 
Perwakilan nelayan cantrang se Indonesia sebanyak 16 orang dari Kabupate Pati diwakili  H. Rasmijan, Heri Budiyanto, Solikhin, dan Sutejo.
 
Dalam pertemuan tersebut dari perwakilan nelayan meminta kepada Presiden untuk  melegalkan cantrang secara nasional atau pemerintah memberikan masa transisi kepada nelayan cantrang sampai dengan akhir Desember 2019  (masa transisi selama 2 Tahun).
 
Rizal Ramli
 
Sebelumnya, tokoh nasional yang juga mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli berdialog dengan nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) di Komplek Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, Kamis (4/1).
 
Dalam pertemuan tersebut, Rizal Ramli  menyarankan pemerintah untuk memberikan ijin kepada nelayan-nelayan Indonesia yang memiliki kapal diatas 30 ton untuk bisa menangkap ikan di Natuna. Sedangkan untuk kapal yang bermuatan di bawah 30 ton bisa menangkap ikan di laut Jawa, sehingga mereka akan memiliki pendapatan untuk menghidupi keluarganya.
 
Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan No 2/2015 tentang Larangan Penggunaan API Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Nets) dan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 71/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan, penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan yaitu pukat hela, pukat tarik, termasuk cantrang tidak diperbolehkan terhitung sejak 1 Januari 2018.
 
Jumlah kapal cantrang di Kota Tegal, sesuai data dari Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, terhitung Juni 2017 adalah 600 kapal cantrang yang sebagian besar sudah melakukan pendaftaran verifikasi atau ukur ulang di Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP).
 
Data Aliansi Nelayan Indonesia, dampak dari pelarangan cantrang untuk 600 kapal cantrang atau 80 persen dari keseluruhan kapal di wilayah Tegal itu kini berhenti beroperasi. Terdapat 12 ribu Anak Buah Kapal (ABK) dan nelayan cantrang di wilayah tersebut kehilangan pekerjaan dan berdampak pada 48 ribu orang keluarga nelayan.
 
Selain berdampak kepada nelayan, kebijakan ini juga membuat 11 unit pengolahan ikan (UPI) dengan 550 pekerja tutup, 12 unit "cold storage" dengan 180 pekerja tutup, 864 buruh dan pekerja di pelabuhan perikanan menganggur serta 101 pemilik kapal mengalami kredit macet dengan total utang mencapai Rp70,13 miliar.
 
Berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, ada sekitar 6.000 dari 16.000 kapal berukuran di bawah 10 gros ton (GT) di provinsi itu yang teridentifikasi menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan. Sejauh ini, baru 2.341 unit bantuan alat tangkap pengganti yang disalurkan pemerintah pusat. Artinya, lebih dari 3.000 kapal di bawah 10 GT belum menerima bantuan dan kini berhenti melaut sama sekali.
 
Cantrang adalah alat penangkapan ikan yang bersifat aktif dengan pengoperasian menyentuh dasar perairan. Cantrang dioperasikan dengan menebar tali selambar secara melingkar, dilanjutkan dengan menurunkan jaring cantrang, kemudian kedua ujung tali selambar dipertemukan. Kedua ujung tali tersebut kemudian ditarik ke arah kapal sampai seluruh bagian kantong jaring terangkat. 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top