Duet Jokowi-Rizal Ramli Bisa Perbaiki Ekonomi Indonesia

Jokowi-Rizal,Rizal Ramli

Jokowi dan Rizal Ramli

       

Jakarta, TerbitNews - Nama tokoh nasional DR Rizal Ramli kembali muncul sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) alternatif. Alasannya, mantan Menko Perekonomian ini dipercaya dapat memberikan solusi dari masalah ekonomi  yang membebani negeri ini.
 
Sultan Tidore Husain Syah sebelumnya mengajukan gagasan duet Jokowi-Rizal Ramli. Menurut Sultan duet Jokowi-Rizal guna perbaiki ekonomi dan kondisi bangsa dewasa ini.
 
Mantan aktivis santri Fisipol UGM Muhamad Muntasir Alwy yang juga peneliti The New Indonesia Foundation mengatakan, RR dengan latar belakang ekonom ahli PBB diharap banyak kalangan mengatasi kemerosotan ekonomi, mengemban daulat ekonomi kerakyatan dan melaksanakan Trisakti Bung Karno yang disegani.
 
''Pada pilpres 2019, Rizal Ramli sebagai `kuda hitam’` diyakini mampu mengatasi kerentanan dan keruwetan ekonomi akibat salah urus. Meski RR bukan orang Jawa namun dia tipikal tokoh nasional berbasis NU-Muhammadiyah dan nasionalis kultural yang kredibel, berani dan sangat kritis kepada Neoliberalisme IMF/Bank Dunia,'' kata Muntasir Alwy seperti dilansir Konfrontasi.com.
 
Berintegritas
 
Dia menceritakan, pengajar UI Rocky Gerung pernah menyatakan, bahwa Sri Mulyani PhD adalah ekonom cantik yang liberal, dan berani, dan Rizal Ramli adalah ekonom senior yang gagah,  surplus gagasan, kredibel, berintegritas teinggi, sangat kompeten dan menggelorakan Trisakti Soekarno, namun sayang keduanya berseberangan gagasan dan paradigma ekonomi.
 
‘’RR kaya gagasan  dan solusi bagi rakyat, dia tangguh dan kredibel, sangat pantas jadi capres alternatif,’’ kata Rocky, ahli filsafat politik dituturkan Muntasir 
Sementara, Direktur Freedom Foundation, Darmawan Sinayangsah  jebolan Fisip  UI mengatakan, RR dipercaya dapat memberikan  solusi  atas pelemahan ekonomi, meroketnya pengangguran dan kemiskinan. 
 
''Alangkah dahsyatnya kalau Rizal Ramli masuk Kabinet Jokowi lagi, sebagai kekuatan revitalisasi pro-rakyat,  sebagai penyeimbang dan kekuatan kontrol korektif  terhadap Neoliberalisme Sri Mulyani,  grup JK, Luhut, Rini Soemarno dll yang punya vested interest  atau bisnis, untuk menolong Jokowi kembali pada Nawa Cita,'' kata Darmawan. 
 
Sementara itu Suko Sudarso, tokoh senior GMNI ITB yang juga sesepuh nasionalis kultural mengatakan, kalau Presiden melakukan reshuffle dan menarik RR masuk kabinet, atau Presiden ajukan RR jadi calon Gubernur BI setelah Agus Marto berakhir 2018 nanti,  maka itu jelas sinyal kuat Jokowi untuk kemungkinan berduet  dengan RR.
 
Suko Sudarso melihat, masyarakat atau publik  bersuara mempertimbangkan duet Jokowi- Rizal Ramli  karena ingin mengatasi kesuraman ekonomi setelah kegagalan Neoliberalisme  Sri Mulyani cs dewasa ini dengan stagnasi ekonomi dan merosotnya daya beli rakyat.
 
‘’Jokowi masih populer, meski elektabilitas cenderung merosot, namun rakyat kecil atau masyarakat cilik  diprediksi masih memilih Jokowi, sehingga kalau misalnya mencuat duet Jokowi- Rizal Ramli, hal itu membuka kemungkinan untuk memperbaiki keadaan bangsa dan ekonomi nasional yang merosot . Kini memburuknya ekonomi sudah mengancam demokrasi dan bangsa ini,’’ kata Suko Sudarso, tokoh senior  GMNI ITB, sesepuh nasionalis kultural dan mantan Komandan Barisan Soekarno  di Bandung pertengahan 1960-an. 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0