Arief: Pekerja JICT Mogok Demi Nasionalisme bukan Nuntut Gaji

Pekerja

Arief Puyono

       

Jakarta - Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono mengatakan, aksi mogok pekerja JICT bukan karena menuntut gaji tapi demi nasionalisme.

Menurutnya, Pelindo II dan HPH Indonesia harus kembali melakukan perubahan perjanjian pengopersai JICT 2019-2039.

“Aksi itu demi nasionalisme, bukan menuntut gaji.  Jika perubahan perjanjian itu tidak adaperubahan, maka Pekerja JICT akan senantiasa melakukan protes mogok sebagai bagian dari gerakan save nasional aset. Trisakti Nawacita harus tegak di Terminal Petikemas JICT sesuai amanat dari Pak Joko Widodo,” jelas Arief dalam pesan tertulis, Sabtu (5/8/2017).

Dia mengemukakan, gaji besar yang diterima oleh Pekerja JICT jangan menjadi ukuran untuk melakukan aksi mogok. Mogok pekerja di perusahaan yang sahamnya dimiliki negara bukan hanya semata karena persoalan marginal mengenai gaji seperti yang sering dituntut kawan-kawan buruh di luar BUMN. Tetapi masalah kedaulatan Ekonomi Nasional dan Keamanan aset BUMN.

“Perlu diluruskan bahwa sejak pengajuan akan perpanjangan pengoperasian JICT oleh HPH Indonesia yang diajukan Direksi Pelindo 2 Tahun 2014 dan Kemudian Meneg BUMN tahun 2015 menyetujui perpanjangan dengan berbagai syarat dan aturan yang harus dijalankan oleh Direksi Pelindo saat dipimpin RJ Lino,” paparnya.

Arief menambahkan, syarat utama jelas salah satunya Pelindo memegang 51% saham JICT dan harus meminta izin Menteri Perhubungan. Karena adanya UU Kepelabuhan dan Pelayaran yang mengharuskan meminta izin.

“Karena itu kesalahan fatal yang menyebabkan bonus dan kesejahteraan pekerja JICT akan terancam turun akibat perjanjian   pengoperasian JICT 2019-2039 yang tidak sesuai arahan Menteri BUMN,” kata dia.

Hak Pekerja

Menurutnya, mogoknya pekerja JICT itu murni Hak Pekerja dan dilindungi dengan UU Ketenagakerjaan serta tidak ada yang boleh dikenakan sanksi oleh Direksi JICT.

“Karena itu Direksi JICT harus mengikuti imbauan Menteri Perhubungan sebagai regulator pelabuhan yang meminta Direksi JICT untuk berunding kembali dengan Pekerja JICT,” ujar Arief.

Sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendukung langkah SP JICT untuk melakukan mogok hingga tuntutan dipenuhi. Serta melakukan advokasi jika terjadi kriminalisasi dan pemecatan terhadap pekerja JICT yang mogok.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0