Ekonomi `Sakit`, Darmin-SMI Malah Ngelantur dan Hopeless

Sri Mulyani Darmin Nasution Utang LN

Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Menko Perekonomian Darmin Nasution

       

EKONOMI negeri ini memang lagi sakit. Utang pemerintah melonjak Rp34,19 triliun dari Rp3.672,33 triliun pada Mei menjadi Rp3.706,52 triliun di Juni. Jumlah utang yang terus bertambah menimbulkan kekhawatiran publik.
 
Tak hanya itu. Jumlah orang miskin juga tidak berkurang, malah kemiskinan mereka semakin parah. Bayangkan, saat ini masih ada warga yang hanya memiliki pendapatan Rp11 ribu per hari, berarti hanya sekitar Rp311 ribu per bulan.
 
Ekonom senior Rizal Ramli menyebut, kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang mengalami perlambatan, sudah dalam posisi "lampu kuning" dan berpotensi menjadi merah. 
 
Peneliti Senior Indef Didik J Rachbini mengatakan, stagnannya ekonomi Indonesia tercermin dari nilai ekspor Indonesia yang merosot tajam. Pada 2013, realisasi ekspor Indonesia mampu menembus di angka USD200 miliar, namun saat ini justru tidak mencapai USD100 miliar.
 
“Padahal, ekspor ini tanda dinamika kebijakan, kredit bank, employement, dan pemerintah hidup. Tapi sekarang, hampir nyaris USD100 miliar. Jadi separuh tergerus. Ini gawat. Satu angka saja mencerminkan hampir keseluruhan dinamika ekonomi di Indonesia,” kata Didik dalam Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun Indef 2017, di Jakarta, Rabu (19/7).
 
Didik juga menyoroti anjloknya konsumsi dan daya beli masyarakat yang sebelumnya menjadi andalan pemerintah. Bahkan, menurut dia, sejumlah pengusaha ritel terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Seluruh supermarket konsumsi yang dulu diandalkan sekarang anjlok semua. Hypermart layoff karyawan. Tandanya, daya beli melemah.
 
Ngelantur dan Hopeless
 
Namun ditengah kondisi ekonomi yang stagnan, mengalami pelambatan, dan bahkan berpotensi menjadi lampu merah, tim ekonomi pemerintahan Jokowi terutama Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati (SMI), tidak gesit dan tidak memiliki terobosan-terobosan guna memperbaiki faktor-faktor makro-ekonomi yang lemah dan membangun fondasi ekonomi di dalam negeri. 
 
Malah Darmin dan SMI tampak semakin panik dengan kondisi ekonomi kita yang sedang `sakit`. Bahkan keduanya kerap membuat pernyataan yang dinilai publik ngawur, ngelantur dan hopeless. Makan tak heran publik mentertawakan ketika SMI tak bisa menjawab secara detail pengalokasian utang pemerintah saat dicecar anggota Komisi XI DPR Haerul Saleh. Ketidaktahuan SMI soal utang ini sempat menjadi viral di media sosial.
 
Publik juga terkaget-kaget dengan pernyataan SMI terkait utang pemerintah yang kini menjadi menimbulkan kekhawatiran publik. Pasalnya, SMI mengeluarkan pernyataan ngawur,”Pilih utang, atau gaji PNS yang dipotong”?
 
"Jadi kalau ingin APBN tanpa utang, maka belanja Negara harus saya potong sebanyak Rp397,2 triliun, itu kan berarti balance?" kata Ani dalam diskusi utang untuk apa dan siapa di Kompleks Kominfo, Jakarta Pusat, Kamis 27 Juli 2017.
 
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini lantas menanyakan jika anggaran yang hampir mendekati Rp400 triliun tersebut dipotong, maka pos belanja apa dulu yang kiranya akan dipotong pada pertama kalinya.
 
Dia pun membuat polling dan menanyakan pada audience yang datang di acara diskusi. Apakah anggaran gaji pegawai negeri sipil (PNS), alokasi anggaran untuk pendidikan, alokasi anggaran untuk kesehatan, alokasi anggaran bantuan sosial yang bisa dipangkas.
 
"Gaji kan enggak mungkin saya potong, kalau yang enggak bisa dipotong seperti gaji TNI, Polri, guru, menurut Anda perlu saya potong enggak?" tanya Ani ke audience disusul jawaban tidak.
 
Lalu dia memberi pilihan lagi untuk memangkas anggaran infrastruktur yang saat ini memang sedang jadi fokus pemerintah. "Infrastruktur saya potong MRT, LRT kita berhentikan ya? Mangkrak, Anda macet terus kan enggak apa-apa ya? Pokoknya kan enggak utang yang penting," tanya Ani.
 
Karuan saja pernyataan SMI itu menjadi pemberitaan di media massa. “Ekonomi kita memang sedang sakit, bagaimana tidak kalau Darmiun dan SMI bicaranya sudah nglantur, hopeless gak karuan. Harusnya kan dia melakukan terobosan-terobosan cerdas untuk memperkuat fondasi ekonomi dan membuat kebijakan-kebijakan cerdas untuk mencerahkan ekonomi negeri ini, bukan malah ngelantur,” ujar seorang ekonom.
 
Ngelantur dan hopeless, lalu apalagi yang bisa diharapkan dari menteri seperti itu. “Ganti saja, bila tidak rakyat menilai pemerintahan Jokowi gagal, dan ini tentu berpengaruh pada elektabilitas Jokowi jika mencalonkan kembali pada Pilpres 2019,” ujar pengamat politik Zulfikar Ahmad.
 
Oleh: Ian Ras, Pemerhati Ekonomi Politik

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0