Komisaris Pertamina Hanya Rekomendasikan Pemberhentian Dwi Soetjipto

Pertamina BUMN

Dwi Soetjipto

       

Jakarta - Pergantian Direktur Utama PT Pertamina (persero) Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Ahmad Bambang secara mendadak memunculkan berbagai spekulasi. Disebut-sebut ada aroma tidak sedap dibalik pencopotan Dwi dan Ahmad Bambang, yakni adanya persaingan  kepentingan sejumlah orang baik dari internal BUMN tersebut maupun dari kalangan eksternal.

Informasi yang diterima dari berbagai sumber menyebutkan, sebenarnya Dewan Komisaris BUMN tersebut hanya merekomendasikan pergantian posisi Dirut. “Saya mendapat info komisaris hanya merekomendasi pergantian Pak Dwi. S aya gak ngerti kenapa Pak Ahmad juga diganti,” ujar sumber tersebut.

Sumber lain menyebutkan, sebenarnya pergantian itu juga ada kaitannya dengan persaingan antar pejabat tinggi  di Kementerian yang terkait dengan pembinaan Pertamina. Disebutkan, ada seorang menteri yang tidak suka dengan Dwi Soetjipto, sementara menteri yang mendukungnya. Akibatnya terjadi saling dukung mendukung dan terjadilah benturan.

Menurutnya, untuk menyelamatkan Pertamina dan mencegah konflik kepentingan yang berkepanjangan, disebut-sebut ada pejabat tinggi yang  tak sepaham itu melaporkan hal ini kepada Presiden Jokowi. Akhirnya presiden mengambil jalan tengah dengan mengganti dirut dan wakil dirut.

Posisi Menteri

Dari adanya benturan kepentingan kelompok-kelompok ini, sejumlah kalangan menilai bahwa pencopotan dirut dan wadirut bukan semata-mata terpaut perseteruan antara dirut vs wadirut yang selama ini ditiupkan. Atau bukan karena adanya ‘matahari kembar’ di Pertamina, namun menyangkut pengincaran kursi menteri BUMN. Sasaran tembak sesungguhnya bukan Dwi dan Ahmad Bambang, tapi pengincaran posisi dewan komisaris dan kursi Menteri BUMN.

“Bukan karena ketidakcocokan dirut dan wadirut, tapi karena adanya keinginan kelompok tertentu yang menginginkan kursi menteri BUMN menggantikan Rini Soewandi dan menempatkan orang-orangnya untuk posisi komisaris. Setahu saya hubungan keduanya baik-baik saja,” ujar sumber tersebut.

Aroma tidak sedap dibalik pergantian direksi Pertamina sudah sampai ke telinga publik. Publik pasti akan mencari  tahu, apakah pencopotan Dwi dan Ahmad Bambang itu sesuai dengan aturan dan memang murni untuk melakukan perubahan di tubuh Pertamina, atau karena adanya like and dislike.

Sarat Kepentingan

Adanya ertikaian internal kelompok itu juga diakui mantan SP Deputi SKK Migas Iwan Ratmam, menurutnya pergantian mendadak Dwi dan Ahmad Bambang sarat dengan kepentingan-kepentingan.

"Adanya kelompok-kelompok dalam dewan direksi serta komisaris maupun Kementerian BUMN pasti berdampak atas kinerja perusahaan. Dan kemungkinan masalahnya dipicu oleh kepentingan-kepentingan kelompok, bukan masalah bagaimana meningkatkan kinerja perusahaan," jelasnya.

Menurut Iwan, pemerintah selaku pemegang saham terbesar di Pertamina seharusnya bersikap transparan. Mengingat BUMN adalah badan usaha milik rakyat, bukan milik pribadi atau kelompok. Karena itu, publik berhak tahu apa yang melatarbelakangi pergantian mendadak pucuk pimpinan Pertamina melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

"Apakah RUPS ini dipicu oleh kinerja perusahaan yang buruk atau apa. Jangan menjalankan manajemen BUMN layaknya manajemen warung kopi," beber pelaku bisnis minyak bumi dan gas (migas) tersebut.  

Selain itu, sebagai perusahaan strategis dan BUMN terbesar di Indonesia, maka penunjukan dewan direksi Pertamina harus didasarkan kapabilitas dan pengalaman profesional. Bukan atas kedekatan personal apalagi nepotisme.

"Apabila kaidah-kaidah ini tidak dijalankan maka tinggal tunggu kehancuran Pertamina yang selama ini menjaga kebanggaan bangsa," tegas Iwan yang kini menjabat CEO PT Petro TC International.

Transparan

Pengamat dari Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, meminta pemerintah memberikan penjelasan kepada publik atas pencopotan jabatan Dirut dan Wakil Dirut PT Pertamina. Apalagi, kinerja Pertamina saat ditangani oleh Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang dinilainya cukup berhasil dan banyak mendapat apresiasi.

"Jangan sampai pergantian ini tidak dilatarbelakangi (bukan dilatarbelakangi) oleh kepentingan terkait koorporasi, atau (tapi) justru cenderung menguntungkan kelompok tertentu atau politis. Kepentingan negara harus menjadi nomor satu mengingat Pertamina adalah BUMN,” ujarnya.

Menurut Marwan, banyak capaian positif Pertamina saat ini. Di mana mampu bersaing dengan Petronas, dilihat dari statistik Petronas yang menurun. Namun Pertamina justru membaik, bahkan ketika harga minyak mentah turun banyak perusahaan internasional merugi Pertamina mampu menunjukkan hasil yang baik.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0