Tommy Soeharto Tunggu Jawaban Somasi Firza Husein

Murka Pangeran Cendana di Tengah Asmara Terlarang Firza Husein

Tommy Soeharto Firda Husein Habib Rizieq Shihab

Tommy Soeharto

       

TerbitNews - Kuasa hukum Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), Cynthia Sutrisno, mengatakan pihaknya menunggu itikad baik dari Firza Husain dan kuasa hukumnya untuk menjawab somasi pertama terkait pencatutan nama Tommy Soeharto.

Cynthia menyatakan jika somasi pertama tidak dijawab maka pihaknya akan berdiskusi guna menyiapkan teguran kedua kepada Firza Husain, yang menuding Tommy sebagai pemilik Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana. Padahal kata Cynthia, hal itu tidak benar.

"Kami sudah mengirimkan somasi pertama pada 20 Desember 2016. Kami memberikan teguran untuk tidak membawa nama klien kami dalam sebuah yayasan," kata Cynthia saat dihubungi dari Jakarta, Selasa, (31/1/2017).

Ia menambahkan,"Kami tunggu jawabannya. Jika tidak melalui kuasa hukum, silakan Firza sendiri yang menjawab secara pribadi."

Cynthia menjelasakan dua hal utama pada somasi yang dilayangkan tim kuasa hukum Tommy, Erwin Kallo & Co, pada 20 Desember 2016 adalah klarifikasi pernyataan Firza yang tidak benar dengan menyebut Tommy sebagai pemilik Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana.

Selain itu, kuasa hukum Tommy juga meminta Firza tidak menggunakan nama, foto dan menyebarkan informasi dengan mencatut nama Tommy untuk kepentingan apapun.

"Mas Tommy sama sekali tidak mengetahui. Sebenarnya Mas Tommy tidak mau ribet seperti ini, tapi ini merugikan klien kami," katanya dikutip Antara.

Cynthia juga memastikan bahwa kliennya sama sekali tidak terlibat dan tidak mengetahui dengan kasus makar yang menjerat Firza dan sejumlah tokoh antara lain Kivlan Zen, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas dan Rachmawati Sukarnoputri.

"Kami tidak mengetahui soal makar itu, hal utama dalam somasi kami adalah pencatutan nama klien kami untuk sebuah yayasan yang merugikan klien kami," pungkas dia.

 

Siapa Firda Husein

Kepolisian Daerah Metro Jaya menyelidiki adanya percakapan (chat) berbau pornografi yang diduga melibatkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, dan salah satu tersangka makar, Firza Husein. Percakapan yang nampak mengggunakan aplikasi WhatsApp itu beredar luas di dunia maya.

 


 

"Kami sedang lakukan penyelidikan dan melihat akun-akun apa saja yang sudah memposting, (percakapan) itu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 30 Januari 2017.

Argo mengatakan, langkah ini diambil oleh kepolisian setelah dilakukan patroli siber dan menemukan konten percakapan tersebut. Setelah dilaporkan, penyelidikan pun dilakukan. "Konten ini ditemukan sejak kemarin," kata dia. Adapun pasal yang bisa diterapkan dalam kasus ini adalah terkait pornografi.

Kepolisian juga sudah mengidentifikasi beberapa akun media sosial yang menyebarkan konten tersebut. "Sudah (teridentifikasi). Ada lebih dari satu (akun)," kata Argo.

Untuk saat ini, menurut Argo, polisi masih akan mendalami kasus ini. Beberapa saksi ahli akan dipanggil untuk pendalaman kasus. "Tentunya kami akan memeriksa beberapa saksi ahli. Nanti akan melihat benar enggak ada di situ (pornografi)," ujarnya.

Media sosial baru-baru ini diramaikan dengan isi percakapan (chat) WhatsApp, yang disebut-sebut sebagai Rizieq Shihab dengan Firza Husein. Isi percakapan itu sendiri berisi rayuan dan beberapa gambar perempuan tanpa pakaian. Sejumlah situs dan beberapa akun media sosial nampak ikut menyebarkan percakapan tersebut.

FPI membantah adanya percakapan yang dimaksud. Menurut juru bicara FPI, Slamet Maarif, kabar tersebut hanya fitnah terhadap organisasinya. "Itu fitnah keji dan kami menganggap sampah saja. Kami lebih kenal Habib Rizieq dan kami sangat percaya dengan beliau, makanya kami tenang-tenang saja," kata Maarif saat dikonfirmasi.

Firza diketahui sebagai salah satu tersangka makar yang sempat ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu. Dia ditangkap di lokasi berbeda bersama tujuh tersangka makar lain seperti Sri Bintang Pamungkas dan Ratna Sarumpaet.

Menurut polisi, ada aliran dana dari Firza Husein yang diduga digunakan untuk kegiatan makar. Keterangan itu disebut didapat dari tersangka makar lain, yaitu Ahmad Dhani. Sampai saat ini, Firza Husein tercatat sebagai Ketua Yayasan Sahabat Cendana.

Makar Cendana
 

Istilah "makar" belakangan ini sering menjadi bahasan di mana-mana. Hutomo Mandala Putra, atau dipanggil Tommy Soeharto, mengklarifikasi tudingan telah mendanai gerakan makar, kata pengacaranya, Agus Widjajanto, di Jakarta, Kamis (15/12).

 


Bagan yang diduga hoax menghubungkan keterlibatan Tommy Soeharto, Firza Husein di balik Aksi Bela Islam.


Klarifikasi itu dia sampaikan menanggapi "berita" di media sosial yang menyebutkan ada bagan struktur yang seolah-olah Tommy Soeharto mendanai gerakan makar.

Di Indonesia, upaya makar alias menggulingkan pemerintahan sah yang paling terkenal adalah yang diupayakan PKI melalui Gerakan 30 September/PKI; yang ternyata gagal juga serta berujung pada pertikaian di akar rumput selain peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru.

"Pak Tommy dituduh sebagai pendana gerakan makar oleh pihak yang sekarang telah diproses oleh pihak kepolisian, termasuk saudari Firza Husain yang mengatasnamakan solidaritas Keluarga Cendana. Pak Tommy tidak tahu-menahu atas aktivitas mereka," papar Widjajanto, melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Kamis petang.

Widjajanto --bekas wakil ketua KPK-- mengatakan, sebagai seorang publik figur maka tentu Tommy banyak dikenal berbagai kalangan, tapi untuk melakukan pendanaan gerakan yang bersifat institusional adalah tidak berdasar.

Menurut Widjajanto, ada dua hal yang bisa dijadikan acuan dimana Tommy mendukung pemerintah yang sah dan berdasar konstitusional. Pertama, Tommy sebagai pengusaha nasional telah melakukan dan menyukseskan program pengampunan pajak yang mana jumlah yang disetornya untuk pemasukan pajak kepada negara cukup besar.

"Kedua, dia sampai saat ini masih sebagai anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar yang merupakan salah satu partai pendukung pemerintah," kata dia. Tommy juga putra dari penggagas Golongan Karya, yaitu Soeharto yang juga presiden kedua Indonesia.

Dikatakan Widjajanto, atas dasar kedua butir hal tersebut saja sudah bisa membantah berita yang beredar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut

Dia menambahkan sebagai negara demokrasi Indonesia memang dalam konstitusinya menjamin setiap warga negara untuk mengeluarkan pendapat, akan tetapi pendapat tersebut harus sesuai nilai nilai kepatutan di negara Pancasila dan tidak bertentangan dengan hukum, dan tidak mudah menuduh orang, atau menfitnahnya.

"Untuk itu, kami mengimbau Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai lembaga yang mengatur dan mengawasi media, termasuk media sosial agar berita yang mengarah fitnah dan pencemaran nama baik sebelum adanya pembuktian di depan hukum agar bisa dilakukan pemblokiran. Kami sendiri sedang pikirkan untuk mengambil langkah selanjutnya atas tuduhan tersebut," kata dia.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0