Pertarungan Tiga Pasangan Calon Makin Sengit

Kamerad Tuding Anies Baswedan Terkait Transfer Mencurigakan

Anies Baswedan Ahok Sylviana Murni

Tiga pasangan calon Gubernur DKI berfoto bersama

       

Pasca debat kedua Pilkada DKI Jakarta pertarungan ketiga paslon semakin sengit. Apalagi, semua pasangan calon tengah dikaitkan dengan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi.

Tengok saja, pasangan nomor urut 1, calon wakil gubernur DKI Sylviana Murni tengah terseret dua kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di kantor Wali Kota Jakarta Pusat dan  dugaan korupsi dana hibah Kwarda Pramuka DKI 2014/2015. Polisi segera menetapkan tersangka di dua kasus tersebut.

"Dua kasus tersebut dari hasil penyidikan, sudah ditemukan pidananya," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Ari Dono di Gedung PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017).

Menurut Ari, penyidik sudah melakukan gelar perkara guna peningkatan status dari penyelidikan menjadi tahap penyidikan pada dua kasus itu. Penyidik kemungkinan menetapkan tersangka setelah pemeriksaan seluruh saksi. "Kami mencari siapa yang bertanggung jawab atas perbuatan pidana ini," ujar Ari.

Kemudian pasangan nomor urut 2. Calon pertahana Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alia Ahok kembali diusik dengan skandal kasus dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW). Kasus yang belum menemui titik terang hingga saat ini. Belakangan, diketahui jika Ketua Yayasan Kesehatan Sumber Waras Kartini Muljadi hanya menerima uang pembayaran sebesar Rp355 miliar dari Pemprov DKI Jakarta.

“Kalau Kartini mengaku hanya menerima Rp355 miliar, terus yang Rp400 miliar lagi dari jumlah total Rp755 miliar yang dikelua‎rkan Pemprov DKI untuk membeli lahan RS Sumber Waras, nyangkut dimana? Kenapa ‎juga Kartini mau menerima duit itu?," kata pengamat kebijakan publik dari Budgeting Metropolitan Watch ( BMW) Amir Hamzah, ‎di Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Selanjutnya, pasangan nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Belum lama ini, Anies tengah dikaitkan dengan adanya dugaan bukti transfer dari pria berinisal Mr YS untuk Abdillah Rasyid Baswedan (adik Anies Rasyid Baswedan). Nilainya Rp 5 miliar. Bukti transfer dari Bank Mega itu sudah tersebar di media sosial.

Bahkan, tudingan terhadap Anies itu bakal ditindaklanjuti oleh Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) ke ranah hukum.

Koordiantor Kamerad, Haris Pertama mengatakan, akan melaporkan dugaan kasus ini ke KPK maupun Bareskrim. ''Kita desak untuk segera diusut. Ini penting, sebelum pencoblosan. Sehingga, masyarakat bisa menilai cagub mana yang layak dipilih," tegas Haris kepada wartawan di Jakarta, Jumat, (28/1/2017).

Haris mengatakan, telah mengantongi bukti bahwa sebetulnya transfer itu diduga ditujukan kepada Anies Baswedan sejak masih menjabat Rektor Paramadina hingga Mendikbud.

''Ini yang akan kita bongkar. Kami memiliki dugaan rekening sang adik hanya dijadikan penampungan," ujarnya.

Haris menambahkan, slip transfer diduga untuk fee dalam proyek VSAT, komunikasi jarak jauh berbasis satelit. Dari data yang ada diperuntukan dalam proyek "Desa Berdering" yang digelar Kementerian Kominfo pada 2012.

Hingga berita ini diturunkan belum terkonfirmasi kepada pihak Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Namun, dalam satu kesempatan, Sandiaga mengaku tetap santai meskipun dia dan pasangannya, Anies, diterpa kampanye hitam. "Ya kita harus terima itu sebagai bentuk ujian bahwa kita memiliki bentuk ujian yang lain daripada yang lain," kata Sandiaga, Selasa, (3/1/2017).

Sandiaga mengatakan fitnah dalam kampanye hitam akan memecah belah persatuan. Padahal dia dan Anies ingin menjadi pemersatu dan membuat suasana kampanye yang sejuk dan damai. "Nah, ini yang akan membelah menjadi dua kubu, ingin membelah, kita jadi enggak nyaman," ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini juga khawatir terhadap beredarnya kampanye hitam karena akan merusak proses demokrasi yang sedang berlangsung. "Kita melihat ini adalah bagian daripada proses demokrasi. Sayangnya, proses demokrasi kita banyak diarahkan ke demokrasi yang memecah belah," ucap Sandiaga.
 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0