Semen Gresik Disebut Setor Upeti ke Pejabat Istana Rp180 Miliar

Semen Gersik BUMN Istana

Istimewa

       

Jakarta - Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono, menyatakan adanya praktek `mafia` di perusahaan Badan usaha Milik Negara.

Arief mengatakan, jika kali ini praktek tersebut melibatkan PT Semen Gresik (sekarang PT Semen Indonesia) dan petinggi di Istana Negara. Menurutnya, selama ini perusahana semen itu memberikan setoran kepada petinggi istana negara berinisial SS. Setoran kepada pejabat istana itu pun jumlahnya cukup terbilang fantastis, karena mencapai hingga Rp180 miliar setahunnya.

"Modusnya pengambilan fee per sak semen ukuran 50 kilo sebesar Rp1000 di mana setiap tahun PT Semen Gresik memproduksi semen dalam bentuk 50 kg per sak hampir 9 juta ton, atau setara dengan 180 juta sak semen. Dari fee sebesar Rp 1000, otomatis istana mendapat setoran Rp180 miliar setiap tahunnya,” kata Arief seperti dilansir Lensaindonesia.com.

Arief melanjutkan, fee Rp 180 miliar yang disetor ke pejabat SS oleh PT Semen Gresik disetorkan di sebuah rekening bank  Standard Chartered di Singapura.

“Cara ini untuk menghilangkan jejak. Tapi kami punya datanya. Dan kami siap melaporkan kasus ini ke KPK,” urai Arief.

Ketika disinggung apakah pejabat SS yang dimaksud adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi ?, Arief hanya menjawab dengan tertawa, “Ya begitulah, kita tidak perlu menyebut nama,” tukasnya.

Arief mengatakan, Federasi serikat pekerja BUMN Bersatu mendesak pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) untuk membongkar praktek ‘haram’ di PT Semen Gresik tersebut. Karena praktek korupsi dan gratifikasi yang banyak merugikan negara.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top