Polisi Cabul Ini Nyatakan Siap Dihukum Kebiri, Asal...

Polisi Pencabulan Hukum Kebiri

Ilustrasi (ist)

       

Jakarta - Seorang anggota polisi yang telah mencabuli anak di bawah umur hingga berulang kali, menyatakan kerelaannya mendapat hukuman kebiri.

Polisi dengan pangkat Aiptu bernama I Ketut Ardana alias Jantuk Gula (56) merasa menyesal karena telah mencabuli anak di bawah umur hingga berkali-kali. Demi hukuman lebih ringan, ia pun rela dikebiri.

Ia berharap mendapat hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Nyatanya, hakim ketua Mayasari Oktavia mengganjarnya dengan vonis serupa, yakni 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 8 bulan penjara.

Sesaat sebelum sidang dimulai, terdakwa mengajukan permohonan kepada majelis hakim. Melalui penasehat hukumnya, I Wayan Suniarta, Ardana menyampaikan menerima apa pun putusan mejelis hakim dan siap dihukum kebiri jika ada alternatif pembuktian dalam kasus tersebut.

"Yang Mulia, apa pun keputusan hakim, terdakwa menerimanya dengan legawa. Jika ada alternatif pembuktian, terdakwa siap dihukum kebiri sebagai pembuktian atas rasa bersalahnya," ujar Suniarta seperti dilansir Kompas.com.

Mayasari menolak permohonan tersebut karena majelis hakim sudah bermusyawarah dan tidak mungkin mengubah putusan.

Berdasarkan amar putusan yang dibacakan hakim, terdakwa terbukti mencabuli KBW (17) asal Seraya, Karangasem, sebanyak 10 kali. Pencabulan itu dilakukan sejak korban berusia 12 tahun.

Terdakwa yang pernah menjabat sebagai Bintara Administrasi Seksi Pengawas (Bamin Siwas) Polres Klungkung tersebut sempat mengajak korban untuk melakukan aborsi dan memberi korban pil KB agar tidak hamil.

Akibat perbuatannya tersebut, terdakwa dikenai Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak.

Seusai sidang, terdakwa menyatakan sangat menyesal dan merasa tersiksa dengan kasus yang menjeratnya.

Ia pun mengajukan permohonan untuk dihukum kebiri kepada majelis hakim, untuk membuktikan bahwa dirinya sudah tobat dan menyesal atas perlakuannya.
Serta ingin kembali ke keluarga dan masyarakat.

"Saya sangat menyesal dan merasa sangat tersiksa dengan kasus ini. Permohonan dihukum kebiri tersebut agar hakim dapat memberikan saya vonis yang lebih ringan. Jika dikabulkan, sekarang pun saya siap," kata Ardana.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top