Anton Tabah: Banyak Ilmuan Barat Jatuh Cinta dengan Islam

Anton_Tabah Alquran Islam

Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat, Anton Tabah Digdoyo

       

TerbitNews - Islam itu bukan ideologi tapi agama terakhir dan paripurna. Ajarannya aktual sepanjang masa dan satu-satunya agama yang sangat berani menantang siapapun yang bisa mengalahkan ajaran-ajarannya bahkan sekadar menyamainya. Jadi sangat keliru jika ada yg mengatakan Islam itu ideologi tertutup yang mengajarkan kekerasan dan Sara

Dewan Pakar ICMI Anton Digdoyo menyatakan pada Pengajian Rabuan di DPP Partai Bulan Bintang, Jakarta, Rabu, (12/1/2017). Turut hadir pakar hukum pidana, Prof Margarito Kamis,  Dr MS Kaban dipandu Ir Edy Wahyudin MBA.

Menurut Anton, sudah 1.500 tahun belum ada yang bisa nenemukan kesalahan-kesalahan Islam. Jendral Polri itu mengambil contoh Prof Garry Miller, seorang pendeta yang juga misionaris Jerman. Apa hasilnya?

''Selama 20 tahun mencari kesalahan Al Quran, tak ketemu justru ia jatuh cinta dan kini memeluk agama Islam. Miller menjadi tokoh Islam paling terkemuka di kawasan Eropa,'' jelasnya.

Saat ini, lanjut Anton, ilmuwan-ilmuan barat tengah berbondong-bondong masuk Islam setelah mengetahui penemuan-penemuan saint dan teknologi ternyata telah didahului oleh Al Quran dan sunnah.

Anton yang juga wakil ketua Komisi Hukum MUI ini menambahkan, bahwa The Founding Fathers Indonesia sangat smart dalam membuat UUD 1945. Karena isinya penuh pesan moral etika dan akidah contoh UUD kita dengan tegas menjelaskan bahwa dasar negara Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa (Pasal 29 ayat 1) sedangkan Pancasila adalah ideologi negara bukan dasar negara.

Negara Indonesia berdasar keTuhanan Yang Maha Esa itu artinya dlm semua aspek kehidupan individu bermasyarakat berbangsa bernegara harus dipandu oleh ajaran tauhid Tuhan Yang Maha Esa. Demikian pula dalam berkebebasan HAM dan berdemokrasi harus tetap dalam koridor Tuhan Yang Maha Esa.

''Oleh karena itu faham atheis, komunisme, marxisme, leninisme dilarang di Indonesia dan karenanya menjalin hubungan dan kerjasama yang sangat luas bahkan berutang kepada RRC--yang notabene negara atheis komunis sangatlah tidak tepat dan sangat berbahaya,'' pungkasnya.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top