Kemenhub Copot Kepala Syahbandar Muara Angke Terkait Kebakaran KM Zahro Express

Kebakaran Kapal Wisata Kepulauan Seribu Syahbandar Kementerian Perhubungan

Ilustrasi (ist)

       

Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut, mencopot Kepala Syahbandar Muara Angke, Deddy Junaedi, dari jabatannya terkait peristiwa terbakarnya KM Zahro Express yang terjadi di perairan Kepulauan Seribu.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Tonny Budiono mengiyakan alasan pencopotan dilakukan terkait peristiwa tersebut. "Ya benar. Alasan terkait terbakarnya Kapal Zahro Express," kata Tonny seperti dikutip Antara, Senin (2/12/2016).

Tonny menyampaikan, terdapat data yang tidak sesuai pada Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kapal Zahro Express yang terbakar Minggu (1/1).

Menurutnya, pada SPB tertulis jumlah penumpang berjumlah 100 orang, namun pada kenyataannya dikabarkan terdapat lebih dari 100 orang yang menumpang kapal tersebut.

"Jumlah penumpang tertulis 100. Kalau yang ada di atas kapal ada yang bilang 184, ada yang bilang 250. Tapi, yang jelas berbeda dengan yang di manifest," ungkap Tonny.

Sebelumnya, otoritas sempat menyatakan Kapal Zahro Express layak untuk berlayar berdasarkan SPB Zahro Express yang dikeluarkan oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke.

Alasan lain, lanjut Tonny, terjadi pelanggaran kedisiplinan, di mana Deddy tidak berada di tempat saat kecelakaan terjadi.

"Waktu kecelakaan dia tidak ditempat. Harusnya mengapa harus takut kalau dia tidak salah," tukasnya.

Menurut Tonny, Deddy akan dicopot dan digantikan oleh Pelaksana Tugas mulai Selasa (3/1).

"Mulai besok akan dicopot. Kita tunjuk pelaksana tugas. Sudah ada calonnya, tinggal dilantik. Kita akan keluarkan SK," pungkas Tonny.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top