Bahaya Jika Penista Agama Tidak Dihukum Penjara

Penistaan Agama Ahok Rizal Ramli

Rizal Ramlo

       

Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, kasus penistaan agama bisa berakibat sangat besar bagi kelangsungan serta kerukunan berbangsa dan bernegara. Apalagi jika sang penista tidak segera dijatuhi hukuman penjara.

Rizal memberi contoh kasus penistaan agama yang terjadi pada tahun 1986 di era pemerintahan Soeharto di Situbondo, Jawa Timur. Saat itu, ada seorang pemuda muslim bernama Abdul menistakan tuhan dan melecehkan Kyai Syamsul Arifin. Puluhan ribu rakyat di kampung-kampung melakukan demonstrasi meminta agar Abdul segera diadili.

"Dia diadili, dihukum 5 tahun. Tapi rakyat tidak setuju, tetap marah, maunya dihukum seumur hidup atau ditembak mati," kata Rizal di DPP PKB, jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Massa tidak terima lalu pengadilan diporak-porandakan, penjara Abdul mau dijebol namun tidak bisa karena pintunya terbuat dari besi. "Sebagian demonstran naik ke atas, turun ke bawah. Nah digebukin si Abdul ini, dia diselamatkan oleh security. Tapi langsung berkembang rumor bahwa dia diselamatkan oleh seorang pendeta," sambungnya.

Rumor diselamatkan pendeta berkembang, lantaran tak jauh dari penjara memang berdiri sebuah gereja. Massa yang marah kemudian menghampiri dan membakar gereja. Malangnya, pendeta dan keluarganya dibakar dalam pengeroyokan itu.

"Inilah contohnya bahaya kasus seperti ini," simpul Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0