Kesadaran Baru Maritim dalam Pandangan Laksamana Marsetio

KESADARAN,BARU,MARITIM,MARSETIO

PELUNCURAN BUKU KESADARAN BARU MARITIM/ANTARAFOTO

       

HARIAN RAKYAT, SURABAYA - Bertempat di Gendung Mandala AAL Bumi Moro, Surabaya (9/10), Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio meluncurkan buku biografi yang berjudul “Kesadaran Baru Maritim”. Buku tersebut berkisah tentang perjalanan karir Marsetio dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara hingga pemikirannya tentang pembangunan Indonesia menjadi negara maritim yang besar.

Peluncuran buku yang disunting Dr. Rajab Ritonga ini turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, mantan Kasal Laksamana TNI Achmad Sucipto dan guru besar Universitas Indonesia Profesor Hikmahanto Juwana.

Marsetio yang merupakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) periode 2012-2015 dikenal aktif menulis buku tentang kemaritiman di tengah kesibukannya dalam mengemban tugas negara. Salah satu bukunya yang fenomenal dan sampai saat ini banyak dijadikan referensi adalah “Sea Power Indonesia”. Dalam buku tersebut diuraikan prasyarat Indonesia menjadi negara maritim dan bagaimana cara untuk mewujudkan gagasan tersebut.

Di kalangan akademisi, selama perjalanan karirnya Marsetio dinilai sebagai kepala staf yang berhasil meletakkan visi TNI Angkatan Laut sebagai world class navy sehingga dalam kancah global TNI Angkatan Laut disegani dari sisi kemampuan alutsista dan sumberdaya manusianya.

Dalam pandangan Laksamana TNI Ade Supandi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut mengatakan, Marsetio merupakan sumber inspirasi bagi setiap prajurit TNI Angkatan Laut untuk membangun TNI Angkatan Laut menjadi world class navy.

“Leadership dan ketegasan Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio dalam menegakkan kedaulatan negara berjalan beriringan dengan keberhasilannya membina hubungan baik dengan Angkatan Laut berbagai negara. Komitmennya dalam membangun TNI AL hingga menjadi World Class Navy patut menjadi sumber inspirasi bagi setiap prajurit TNI AL,” demikian komentar Laksamana TNI Ade Supandi, di dalam buku tersebut.

Hikmahanto Juwana, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia menilai, Marsetio tidak hanya seorang perwira pelaut yang mempunyai banyak pengalaman lapangan sebagai praktisi, tetapi juga sosok prajurit intelektual yang kaya dengan pemikiran ilmiah untuk mendorong TNI Angkatan Laut menjadi institusi berkelas dunia, setara dengan angkatan laut negara-negara maju.

Sedangkan bagi Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu periode 2009-2014, Marsetio adalah seorang profesional militer yang selama 34 tahun karirnya mampu mengelola hard power, sekaligus ilmuwan bergelar doktor yang kaya ilmu pengetahuan sehingga bisa mengambil langkah-langkah soft power dengan kombinasi hard power suatu hal yang diperlukan untuk membangun diplomasi pertahanan.

Untuk diketahui, meskipun saat ini Marsetio secara administratif sudah pensiun dari dinas militer tetapi komitmenya untuk terus mengabdi kepada negara tidak pernah mengenal kata pensiun. Saat ini, Marsetio menjadi utusan khusus Indonesia untuk International Maritime Organization (IMO) di London dan tercatat menjadi penasehat dibeberapa kementerian khususnya untuk memastikan terlaksananya visi maritim Presiden Joko Widodo.
 

       

Populer Berita Minggu Ini :

www.terbitnews.com

To Top

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so' - /opt/cpanel/ea-php56/root/usr/lib64/php/modules/mysqli.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0